Contoh Kurikulum

KURIKULUM

BIMBINGAN BELAJAR DUSUN BINAAN

SEMESTER GENAP 2009/2010

MODEL

Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) SD dan MI

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulus

KATA PENGANTAR

Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala. Atas kehendak-Nya jua, kami masih diberi kesempatan untuk mengabdikan diri demi kemajuan pendidikan anak negeri.

Rasa terima kasih yang mendalam tak lupa kami sampaikan kepada semua pihak, yang telah memberi kepercayaan kepada kami dan mendukung kami sebagai kelompok yang mengelola dusun binaan, dengan menggunakan hasil-hasil karya kami. Sebagai bentuk pengabdian kami kepada Pendidikan Indonesia dan Masyarakat,

Kurikulum dengan Model KTSP ini dikembangkan berdasarkan rambu-rambu dan pedoman yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Harapan kami, Kurikulum Model KTSP yang kami susun ini dapat menjadi pedoman bagi kami dan semua pihak dalam menyusun KTSP yang sesuai dengan kondisi sekolah dan potensi daerah

masing-masing.

Akhirnya, kami mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan Kurikulum Model KTSP ini. Mudah-mudahan, apa yang kami persembahkan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca dalam memajukan pendidikan anak-anak bangsa.

Surakarta, 28 Februari 2010

a.n Kelompok Pembina Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Wakasek Kurikulum

Sylvia Octavianti

NIM K 3306011

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum

II. TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan

B. Visi

C. Misi

D. Tujuan Sekolah

III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran

B. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

D. Pengaturan Beban Belajar

E. Ketentuasan Belajar

F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1. Kenaikan Kelas

2. Kelulusan

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

IV. KALENDER PENDIDIKAN

A. Alokasi Waktu

B. Penetapan Kalender Pendidikan

V. PENUTUP

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Penerapan desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum. Hal itu juga mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta Pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Selain itu, juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu keberhasilan pendidikan nasional agar dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bukti nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, Seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, Standar kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, Pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) belajar untuk memahami dan menghayati; (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif; (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain; dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan/atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajar.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

Sebelum diuraikan tentang tujuan pengembangan kurikulum, terlebih dahulu akan dipaparkan tentang kerangka dasar kurikulum. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 6 Ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas

1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

4. kelompok mata pelajaran estetika;

5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada tabel berikut.

No

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1

Agama dan Ahlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia di       maksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi                               manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang                                Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup                                etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari                                pendidikan agama.

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan kepribadian wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiba bermasyarakat, berbangsa, dan berserta peningkatan kualitas dirinya. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa, dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.

3

Ilmu Pengetahuan

Dimaksudkan untuk mengenal ilmu pengetahuan dan Teknologi menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan serta menanamkan kebiasaan berpikir dan ilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.

4

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk mensensitivitas kemampuan mengekspresikan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup maupun dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5

Jasmani olahraga dan

kesehatan

Dimaksudkan untuk meningkatdan Kesehatankan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dan perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Tabel 1: Kelompok mata pelajaran dan cakupan kelompok mata pelajaran

Berdasarkan cakupan kelompok mata pelajaran tersebut, dapat dipaparkan tujuan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut.

1. Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

2. Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia

3. Mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan  mandiri.

4. Meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.

5. Meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum

KTSP dikembangkan dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memerhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Berdasarkan ketentuan tersebut, kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Selain itu, juga menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan.

2. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang. Kurikulum juga dikembangkan berdasarkan jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial, ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu. Kurikulum tersebut disusun secara berkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tersebut.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian, keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seluruhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, kurikulum dilaksanakan dengan prinsip sebagai berikut.

1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan, dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini, peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas dinamis dan menyenangkan.

2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu:

(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati,

(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan

(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memerhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madia mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberikan contoh dan teladan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di belakang memberikan daya dan kekuatan).

5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar, dan berkembang di masyarakat, lingkungan sekitar, serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh, dan teladan).

6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial, dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Selain itu, pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan perlu sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP). Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) selengkapnya adalah:

1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak

2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya

4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya

5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif

6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik

7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya

8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari

9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar

10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan

11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia

12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal

13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

14. Berkomunikasi secara jelas dan santun

15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis

17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

Sebagaimana disebutkan pada Tujuan Pengembangan Kurikulum (halaman 2 – 4), Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran seperti berikut.

1. Agama dan Akhlak Mulia;

2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

4. Estetika;

5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:

No

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran(SK-KMP)

1

Agama dan Akhlak Mulia

  1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  2. Menunjukkan sikap jujur dan adil
  3. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku,ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
  4. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagaimakhluk Tuhan
  5. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
  6. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai                                       makhluk ciptaan Tuhan

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

  1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indo nesia
  2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
  3. Menghargai keberagaman agama, budaya,suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di ling kungan sekitarnya
  4. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  5. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
  7. Berkomunikasi secara santun
  8. Menunjukkan kegemaran membaca
  9. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

10.  Bekerja sama dalam kelompok, tolong-meno-long, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

11.   Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal

3

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
  2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik
  3. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
  4. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
  6. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung
  7. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

4

Estetika

Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal

5

Jasmani, Olahraga, dan Kesehatankan

  1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang  untuk kesehatan.
  2. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan                                           waktu luang

Tabel 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran(SK-KMP)

BAB II

TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan. Adapun tujuan umum pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Mengacu pada tujuan umum tersebut, dapat dijabarkan tujuan pendidikan sebagai berikut :

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia

2. Meningkatkan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

3. Membekali peserta didik dengan pengetahuan yang memadai agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi

4. Mengembangkan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberi kontribusi bagi pengembangan daerah

5. Mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan nasional

6. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

7. Mendukung peningkatan rasa toleransi dan kerukunan antarumat beragama

8. Mendorong peserta didik agar mampu bersaing secara global sehingga dapat hidup berdampingan dengan anggota masyarakan bangsa lain

9. Mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

10. Menunjang kelestarian dan keragaman budaya

11. Mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender

12. Mengembangkan visi, misi, tujuan sekolah, kondisi, dan ciri khas sekolah

B. Visi

Dalam merumuskan visi, pihak-pihak terkait (stakeholders) melakukan musyawarah sehingga visi tersebut benar-benar mewakili aspirasi semua pihak yang terkait. Harapannya, semua pihak yang terkait dalam kegiatan pembelajaran (guru, karyawan, peserta didik, dan wali murid) benar-benar menyadari visi tersebut untuk selanjutnya memegang komitmen terhadap visi yang telah disepakati bersama.

Adapun visi Bimbingan Belajar Dusun Binaan mencakup ”3 Ter”, yaitu ”Terdepan, Terbaik, Terpercaya”. Dalam mewujudkan visi sekolah tersebut, berbagai pembenahan telah dilakukan, di antaranya :

1. pembenahan sarana dan prasarana;

2. pembenahan administrasi;

3. pembenahan mental guru, karyawan, dan peserta didik.

C. Misi

Untuk mencapai visi sebagai sokolah yang terdepan, terbaik, dan terpercaya, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas dan sistematis. Berikut misi Bimbingan Belajar Dusun Binaan  yang dirumuskan berdasarkan visi sekolah.

1. Menyiapkan generasi yang unggul di bidang imtak dan iptek

2. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga terbangun insan yang cerdas, cendekia, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia

3. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, dan berprestasi     sesuai dengan perkembangan zaman

4. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat

5. Melaksanakan pembelajaran yang efektif

6. Menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan belajar siswa untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik agar berkembang secara optimal

7. Memberikan jaminan pelayanan yang prima dalam berbagai hal untuk mendukung proses belajar dan bekerja yang harmonis dan selaras

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, sekolah berusaha menerapkan peraturan yang ketat sesuai dengan kedudukan masing-masing dan menjalin komunikasi yang baik untuk menjamin hubungan kerja yang harmonis.

D. Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah bimbingan belajar dijabarkan berdasarkan tujuan umum pendidikan, visi, dan misi sekolah. Berdasarkan tiga hal tersebut, dapat dijabarkan tujuan Bimbingan Belajar Dusun Binaan

1. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam hal ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pengembangan potensi, kecerdasan, dan minat.

3. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam perolehan nilai UAN.

4. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam persaingan masuk jenjang SMP dan MTs.

5. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam berbagai kompetisi akademik dan nonakademik.

6. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam persaingan secara global.

7. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pelayanan.

Secara berkelanjutan, tujuan sekolah bimbingan belajar tersebut akan dimonitor, dievaluasi, dan dikendalikan dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Struktur kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas IV sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 3. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan ke butuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

2. Substansi mata pelajaran IPA pada Bimbingan Belajar Dusun Binaan merupakan ”IPA Terpadu”.

3. Pembelajaran pada pada Kelas IV–VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.

4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.

5. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.

6. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34–38 minggu.

Adapun muatan kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan perbulannya seperti ketentuan tersebut tersusun dalam tabel berikut.

No

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

IV

V

VI

A

Mata Pelajaran

1

Bahasa Indonesia

4

4

4

2

Matematika

4

4

4

3

Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

B

Muatan Lokal

4

Pendidikan Bahasa Jawa

2

-

-

5

Pendidikan Bahasa Arab

2

2

-

6

Bahasa Inggris

-

2

-

C

Pengembangan Diri

7

Program Kreativitas Anak Didik

2

2

2

8

Komputer

2

2

2

Jumlah

Tabel 3. kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan

B. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.

Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester atau dua mata pelajaran muatan lokal dalam satu tahun.

Muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah dan diterapkan di Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah seperti berikut.

1. Bahasa Jawa

Muatan lokal Bahasa Jawa wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran.

2. Bahasa Arab

Wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu yang diperlukan adalah 2 jam pelajaran.

3. Bahasa Inggris

Muatan lokal Bahasa Inggris wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu yang diperlukan adalah 2 jam pelajaran.

Berikut adalah tabel alokasi waktu untuk mata pelajaran muatan lokal yang diselenggarakan di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

No.

Mata Pelajaran Muatan Lokal

Alokasi Waktu (JP)

1

Bahasa Jawa

2

2

Bahasa Arab

4

3

Bahasa Inggris

2

Jumlah

Tabel 4: Alokasi waktu mata pelajaran muatan lokal

C. Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.

Pengembangan diri di Bimbingan Belajar Dusun Binaan terdiri atas:

1. Program Kreativitas Anak Didik;

2. Komputer.

Program tersebut dilaksanakan 1 × dalam sebulan. Hari Minggua dipiih untuk melaksanakan dua kegiatan ini dengan bergiliran. Dengan semua peserta didik dari kelas IV hingga kelas VI wajib mengikutinya

E. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0–100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75 %. Sekolah Bimbingan Belajar harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

No

Komponen

Ketuntasan Belajar (%)

A

Mata Pelajaran

1

Bahasa Indonesia

70

2

Matematika

60

3

Ilmu Pengetahuan Alam

70

B

Muatan Lokal

4

Pendidikan Bahasa Jawa

65

5

Pendidikan Bahasa Arab

70

6

Bahasa Inggris

65

C

Pengembangan Diri

12

Program Kreativitas Anak Didik

B

13

Komputer

B

Tabel 5 : Ketuntasan Belajar

F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait.

a. Kriteria Kenaikan Kelas Bimbingan Belajar Dusun Binaan

1) Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR, nilai tes tengah semester, dan nilai tes akhir semester dijumlahkan untuk mencari nilai rata-rata setiap siswa dalam satu mata pelajaran, yang sesuai dengan standar ketuntasan belajar (SKB) di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

2) Nilai rapor di kelasnya masing-masing.

b. Penentuan Kenaikan Kelas

1) Siswa yang naik kelas ditentukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan SKB, sikap/penilaian/budi pekerti, dan kehadiran siswa yang bersangkutan.

2) Siswa yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik kelas

3) Siswa yang tidak naik kelas harus diberi sebuah tindakan sesuai hasil rapat Dewan Guru.

2. Kelulusan

a. Kriteria Kelulusan

Hasil ujian dituangkan ke dalam blangko daftar nilai ujian. Hasil ujian dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan sekolah untuk penentuan  kelulusan dengan kriteria sebagai berikut.

1) Memiliki rapor kelas VI;

2) Telah mengikuti ujian sekolah dan memiliki nilai untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, minimal nilai masing-masing mata pelajaran 6,00.

b. Penentuan Kelulusan

1) Siswa yang lulus ditentukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai ujian sekolah, sikap/prilaku/budi pekerti siswa yang bersangkutan, dan memenuhi kriteria kelulusan.

2) Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah dan rapor sampai dengan semester 2 kelas VI sekolah dasar.

3) Siswa yang tidak lulus tidak diberi ijazah dan mengulang di kelas terakhir.

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup di Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah program kreativitas anak didik dan computer.

PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPUTER

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Kelas

Materi

IV

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan Mengetik surat
  3. Games

V

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan mengetik surat
  3. Membuat kolom/tabel jadwal mata pelajaran

VI

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan mengetik surat
  3. Membuat kolom/tabel jadwal mata pelajaran
  4. Menghitung
  5. Pengenalan Internet

Tabel 6. Program pembelajaran computer

PROGRAM KREATIVITAS ANAK DIDIK

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Pertemuan

Kegiatan

I

Memasak masakan yang ringan yang diawasi penuh oleh Guru

II

Membuat kerajinan tangan

III

Memasarkan kerajinan-kerajinan tangan yang telah dibuat

IV

Melatih jiwa seni anak dengan berbagai macam kesenian (tarik suara, main musik, teaterical ataupun tarian)

Table 7. Program Kreativitas Anak Didik

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kelender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pengajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

A. Alokasi Waktu

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

B. Penetapan Kalender Pendidikan

1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

3. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur serempak untuk satuan-satuan pendidikan.

4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi dengan memerhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

5. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan ketentuan kurikulum.

6. Jumlah hari belajar efektif dalam 1 (satu) tahun pelajaran adalah 210 (dua ratussepuluh) hari, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

7. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas I–III (dengan model pembelajaran tematik) adalah 26–28 jam pelajaran, sedangkan untuk kelas IV–VI adalah 36 jam pelajaran.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalender pendidikan Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah seperti berikut.

ALOKASI WAKTU PADA KALENDER PENDIDIKAN

No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Minggu Efektif Belajar

15 minggu

Seharusnya ada 18 minggu efektif tapi karena 1 minggu terpotong ujian akhir sekolah dan terpotong liburan sekolah sehingga hanya ada 15 minggu efektif

2.

Libur Akhir Pelajaran

3 minggu

1 minggu Ujian Akhir Sekolah anak-anak dan 2 minggu liburan sekolah anak-anak

3.

Hari Libur Keagamaan

1 hari

Tanggal 13 Mei 2010 merupakan hari kenaikan Isa Almasih

4.

Kegiatan Khusus Bimbel

7 hari

Kegiatan di hari minggu disetiap minggu kedua yang diisi materi pengembangan diri dan minggu keempat disi dengan Ujian Bimbel

Tabel 8: Alokasi waktu pada kalender pendidikan

PERKIRAAN JUMLAH HARI EFEKTIF SEKOLAH,

KEGIATAN, PENYERAHAN RAPOR, DAN LIBUR SEKOLAH

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No

Semester

Bulan Efektif

Hari Kegiatan

Penyerahan Rapor

Hari Raya

II

1

Maret

9

2

April

11

2

3

Mei

11

1

1

4

Juni

9

1

Tabel 8: Perkiraan jumlah hari efektif sekolah, kegiatan, penyerahan rapor, dan libur sekolah

PERKIRAAN KALENDER AKADEMIK

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No

Tanggal (2010)

Kegiatan

1

8,11,15,19,22,25,29 Maret

Pembelajaran

2

14 Maret

PKAD I

3

28 Maret

Ujian Bimbel

4

1 April

Pembagian Rapor

5

1,5,8,12,15,19,22,26,29 April

Pembelajaran

6

11 April

PKAD II

7

25 April

Ujian Bimbel

8

29 April

Pembagian Rapor

9

3,6,10,17,20,24,27,31 Mei

Pembelajaran

10

9 Mei

PKAD III

11

13 Mei

Libur Kenaikan Isa Almasih

12

23 Mei

Ujian

13

30 Mei

Komputer

14

27 Mei

Pembagian Rapor

15

3,7,10 Juni

Pembelajaran

16

13 Juni

PKAD IV

17

14 Juni

Ujian Akhir Bimbel

18

17 Juni

Pembagian Rapor dan Perpisahan

* Khusus untuk anak kelas VI

No

Tanggal

Kegiatan

1

18 Maret

Try Out

2

1,8,15,22,29 April

Try Out

3

5,12,19,26 April

Pembahasan Try Out

4

28 Maret

Try Out dan Pembahasan

5

25 April

Try Out dan Pembahasan

BAB V

PENUTUP

Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini, maka Bimbingan Belajar Dusun Binaan elah memiliki acuan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran 2007/2008. Dengan demikian, mulai tahun 2010/2011 ini, Bimbingan Belajar Dusun Binaan secara serempak akan melaksanakan KTSP untuk semua kelas.

Harapan kami, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang kami susun ini telah memenuhi syarat sehingga seluruh kegiatan yang kami rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Kami juga sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, khususnya para guru, karyawan, peserta didik, dan wali murid agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Semoga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas peserta didik secara lahiriah maupun batiniah.

Surakarta,     Maret 2010

Kepala Sekolah

Galih Mustoufa

K 2508009

WakaSek Kurikulum

Sylvia Octavianti

NIM K 3306011

Mengetahui,

Pembantu Dekan I

Prof. Dr. rer. Nat. Sadjidan, M.Si

NIP 19660415 199103 1 002

Presiden BEM FKIP UNS

Wachid Yahya

K 2507034

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2006. ”Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

–––. 2006. ”Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

–––. 2006. ”Permendiknas Nomor 24/2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Komptensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kalender Akademik Tahun Ajaran 2009/2010 SDN Bulukantil

 

800×600

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

KURIKULUM

BIMBINGAN BELAJAR DUSUN BINAAN

SEMESTER GENAP 2009/2010

MODEL

Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) SD dan MI

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulus

KATA PENGANTAR

Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala. Atas kehendak-Nya jua, kami masih diberi kesempatan untuk mengabdikan diri demi kemajuan pendidikan anak negeri.

Rasa terima kasih yang mendalam tak lupa kami sampaikan kepada semua pihak, yang telah memberi kepercayaan kepada kami dan mendukung kami sebagai kelompok yang mengelola dusun binaan, dengan menggunakan hasil-hasil karya kami. Sebagai bentuk pengabdian kami kepada Pendidikan Indonesia dan Masyarakat,

Kurikulum dengan Model KTSP ini dikembangkan berdasarkan rambu-rambu dan pedoman yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Harapan kami, Kurikulum Model KTSP yang kami susun ini dapat menjadi pedoman bagi kami dan semua pihak dalam menyusun KTSP yang sesuai dengan kondisi sekolah dan potensi daerah

masing-masing.

Akhirnya, kami mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan Kurikulum Model KTSP ini. Mudah-mudahan, apa yang kami persembahkan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca dalam memajukan pendidikan anak-anak bangsa.

Surakarta, 28 Februari 2010

a.n Kelompok Pembina Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Wakasek Kurikulum

Sylvia Octavianti

NIM K 3306011

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum

II. TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan

B. Visi

C. Misi

D. Tujuan Sekolah

III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran

B. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

D. Pengaturan Beban Belajar

E. Ketentuasan Belajar

F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1. Kenaikan Kelas

2. Kelulusan

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

IV. KALENDER PENDIDIKAN

A. Alokasi Waktu

B. Penetapan Kalender Pendidikan

V. PENUTUP

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Penerapan desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum. Hal itu juga mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta Pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Selain itu, juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu keberhasilan pendidikan nasional agar dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bukti nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, Seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, Standar kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, Pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) belajar untuk memahami dan menghayati; (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif; (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain; dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan/atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajar.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

Sebelum diuraikan tentang tujuan pengembangan kurikulum, terlebih dahulu akan dipaparkan tentang kerangka dasar kurikulum. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 6 Ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas

1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

4. kelompok mata pelajaran estetika;

5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada tabel berikut.

No

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1

Agama dan Ahlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia di       maksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi                               manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang                                Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup                                etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari                                pendidikan agama.

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan kepribadian wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiba bermasyarakat, berbangsa, dan berserta peningkatan kualitas dirinya. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa, dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.

3

Ilmu Pengetahuan

Dimaksudkan untuk mengenal ilmu pengetahuan dan Teknologi menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan serta menanamkan kebiasaan berpikir dan ilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.

4

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk mensensitivitas kemampuan mengekspresikan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup maupun dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5

Jasmani olahraga dan

kesehatan

Dimaksudkan untuk meningkatdan Kesehatankan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dan perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Tabel 1: Kelompok mata pelajaran dan cakupan kelompok mata pelajaran

Berdasarkan cakupan kelompok mata pelajaran tersebut, dapat dipaparkan tujuan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut.

1. Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

2. Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia

3. Mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan  mandiri.

4. Meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.

5. Meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum

KTSP dikembangkan dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memerhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Berdasarkan ketentuan tersebut, kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Selain itu, juga menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan.

2. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang. Kurikulum juga dikembangkan berdasarkan jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial, ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu. Kurikulum tersebut disusun secara berkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tersebut.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian, keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seluruhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, kurikulum dilaksanakan dengan prinsip sebagai berikut.

1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan, dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini, peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas dinamis dan menyenangkan.

2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu:

(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati,

(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan

(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memerhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madia mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberikan contoh dan teladan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di belakang memberikan daya dan kekuatan).

5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar, dan berkembang di masyarakat, lingkungan sekitar, serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh, dan teladan).

6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial, dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Selain itu, pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan perlu sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP). Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) selengkapnya adalah:

1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak

2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya

4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya

5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif

6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik

7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya

8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari

9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar

10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan

11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia

12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal

13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

14. Berkomunikasi secara jelas dan santun

15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis

17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

Sebagaimana disebutkan pada Tujuan Pengembangan Kurikulum (halaman 2 – 4), Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran seperti berikut.

1. Agama dan Akhlak Mulia;

2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

4. Estetika;

5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:

No

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran(SK-KMP)

1

Agama dan Akhlak Mulia

  1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  2. Menunjukkan sikap jujur dan adil
  3. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku,ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
  4. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagaimakhluk Tuhan
  5. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
  6. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai                                       makhluk ciptaan Tuhan

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

  1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indo nesia
  2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
  3. Menghargai keberagaman agama, budaya,suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di ling kungan sekitarnya
  4. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  5. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
  7. Berkomunikasi secara santun
  8. Menunjukkan kegemaran membaca
  9. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

10.  Bekerja sama dalam kelompok, tolong-meno-long, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

11.   Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal

3

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
  2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik
  3. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
  4. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
  6. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung
  7. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

4

Estetika

Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal

5

Jasmani, Olahraga, dan Kesehatankan

  1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang  untuk kesehatan.
  2. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan                                           waktu luang

Tabel 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran(SK-KMP)

BAB II

TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan. Adapun tujuan umum pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Mengacu pada tujuan umum tersebut, dapat dijabarkan tujuan pendidikan sebagai berikut :

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia

2. Meningkatkan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

3. Membekali peserta didik dengan pengetahuan yang memadai agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi

4. Mengembangkan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberi kontribusi bagi pengembangan daerah

5. Mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan nasional

6. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

7. Mendukung peningkatan rasa toleransi dan kerukunan antarumat beragama

8. Mendorong peserta didik agar mampu bersaing secara global sehingga dapat hidup berdampingan dengan anggota masyarakan bangsa lain

9. Mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

10. Menunjang kelestarian dan keragaman budaya

11. Mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender

12. Mengembangkan visi, misi, tujuan sekolah, kondisi, dan ciri khas sekolah

B. Visi

Dalam merumuskan visi, pihak-pihak terkait (stakeholders) melakukan musyawarah sehingga visi tersebut benar-benar mewakili aspirasi semua pihak yang terkait. Harapannya, semua pihak yang terkait dalam kegiatan pembelajaran (guru, karyawan, peserta didik, dan wali murid) benar-benar menyadari visi tersebut untuk selanjutnya memegang komitmen terhadap visi yang telah disepakati bersama.

Adapun visi Bimbingan Belajar Dusun Binaan mencakup ”3 Ter”, yaitu ”Terdepan, Terbaik, Terpercaya”. Dalam mewujudkan visi sekolah tersebut, berbagai pembenahan telah dilakukan, di antaranya :

1. pembenahan sarana dan prasarana;

2. pembenahan administrasi;

3. pembenahan mental guru, karyawan, dan peserta didik.

C. Misi

Untuk mencapai visi sebagai sokolah yang terdepan, terbaik, dan terpercaya, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas dan sistematis. Berikut misi Bimbingan Belajar Dusun Binaan  yang dirumuskan berdasarkan visi sekolah.

1. Menyiapkan generasi yang unggul di bidang imtak dan iptek

2. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga terbangun insan yang cerdas, cendekia, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia

3. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, dan berprestasi     sesuai dengan perkembangan zaman

4. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat

5. Melaksanakan pembelajaran yang efektif

6. Menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan belajar siswa untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik agar berkembang secara optimal

7. Memberikan jaminan pelayanan yang prima dalam berbagai hal untuk mendukung proses belajar dan bekerja yang harmonis dan selaras

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, sekolah berusaha menerapkan peraturan yang ketat sesuai dengan kedudukan masing-masing dan menjalin komunikasi yang baik untuk menjamin hubungan kerja yang harmonis.

D. Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah bimbingan belajar dijabarkan berdasarkan tujuan umum pendidikan, visi, dan misi sekolah. Berdasarkan tiga hal tersebut, dapat dijabarkan tujuan Bimbingan Belajar Dusun Binaan

1. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam hal ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pengembangan potensi, kecerdasan, dan minat.

3. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam perolehan nilai UAN.

4. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam persaingan masuk jenjang SMP dan MTs.

5. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam berbagai kompetisi akademik dan nonakademik.

6. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam persaingan secara global.

7. Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pelayanan.

Secara berkelanjutan, tujuan sekolah bimbingan belajar tersebut akan dimonitor, dievaluasi, dan dikendalikan dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Struktur kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas IV sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 3. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan ke butuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

2. Substansi mata pelajaran IPA pada Bimbingan Belajar Dusun Binaan merupakan ”IPA Terpadu”.

3. Pembelajaran pada pada Kelas IV–VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.

4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.

5. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.

6. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34–38 minggu.

Adapun muatan kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan perbulannya seperti ketentuan tersebut tersusun dalam tabel berikut.

No

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

IV

V

VI

A

Mata Pelajaran

1

Bahasa Indonesia

4

4

4

2

Matematika

4

4

4

3

Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

B

Muatan Lokal

4

Pendidikan Bahasa Jawa

2

-

-

5

Pendidikan Bahasa Arab

2

2

-

6

Bahasa Inggris

-

2

-

C

Pengembangan Diri

7

Program Kreativitas Anak Didik

2

2

2

8

Komputer

2

2

2

Jumlah

Tabel 3. kurikulum Bimbingan Belajar Dusun Binaan

B. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.

Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester atau dua mata pelajaran muatan lokal dalam satu tahun.

Muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah dan diterapkan di Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah seperti berikut.

1. Bahasa Jawa

Muatan lokal Bahasa Jawa wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran.

2. Bahasa Arab

Wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu yang diperlukan adalah 2 jam pelajaran.

3. Bahasa Inggris

Muatan lokal Bahasa Inggris wajib bagi semua siswa kelas IV hingga kelas V. Alokasi waktu yang diperlukan adalah 2 jam pelajaran.

Berikut adalah tabel alokasi waktu untuk mata pelajaran muatan lokal yang diselenggarakan di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

No.

Mata Pelajaran Muatan Lokal

Alokasi Waktu (JP)

1

Bahasa Jawa

2

2

Bahasa Arab

4

3

Bahasa Inggris

2

Jumlah

Tabel 4: Alokasi waktu mata pelajaran muatan lokal

C. Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.

Pengembangan diri di Bimbingan Belajar Dusun Binaan terdiri atas:

1. Program Kreativitas Anak Didik;

2. Komputer.

Program tersebut dilaksanakan 1 × dalam sebulan. Hari Minggua dipiih untuk melaksanakan dua kegiatan ini dengan bergiliran. Dengan semua peserta didik dari kelas IV hingga kelas VI wajib mengikutinya

E. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0–100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75 %. Sekolah Bimbingan Belajar harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

No

Komponen

Ketuntasan Belajar (%)

A

Mata Pelajaran

1

Bahasa Indonesia

70

2

Matematika

60

3

Ilmu Pengetahuan Alam

70

B

Muatan Lokal

4

Pendidikan Bahasa Jawa

65

5

Pendidikan Bahasa Arab

70

6

Bahasa Inggris

65

C

Pengembangan Diri

12

Program Kreativitas Anak Didik

B

13

Komputer

B

Tabel 5 : Ketuntasan Belajar

F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait.

a. Kriteria Kenaikan Kelas Bimbingan Belajar Dusun Binaan

1) Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR, nilai tes tengah semester, dan nilai tes akhir semester dijumlahkan untuk mencari nilai rata-rata setiap siswa dalam satu mata pelajaran, yang sesuai dengan standar ketuntasan belajar (SKB) di Bimbingan Belajar Dusun Binaan

2) Nilai rapor di kelasnya masing-masing.

b. Penentuan Kenaikan Kelas

1) Siswa yang naik kelas ditentukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan SKB, sikap/penilaian/budi pekerti, dan kehadiran siswa yang bersangkutan.

2) Siswa yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik kelas

3) Siswa yang tidak naik kelas harus diberi sebuah tindakan sesuai hasil rapat Dewan Guru.

2. Kelulusan

a. Kriteria Kelulusan

Hasil ujian dituangkan ke dalam blangko daftar nilai ujian. Hasil ujian dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan sekolah untuk penentuan  kelulusan dengan kriteria sebagai berikut.

1) Memiliki rapor kelas VI;

2) Telah mengikuti ujian sekolah dan memiliki nilai untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, minimal nilai masing-masing mata pelajaran 6,00.

b. Penentuan Kelulusan

1) Siswa yang lulus ditentukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai ujian sekolah, sikap/prilaku/budi pekerti siswa yang bersangkutan, dan memenuhi kriteria kelulusan.

2) Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah dan rapor sampai dengan semester 2 kelas VI sekolah dasar.

3) Siswa yang tidak lulus tidak diberi ijazah dan mengulang di kelas terakhir.

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup di Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah program kreativitas anak didik dan computer.

PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPUTER

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Kelas

Materi

IV

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan Mengetik surat
  3. Games

V

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan mengetik surat
  3. Membuat kolom/tabel jadwal mata pelajaran

VI

  1. Pengenalan Bagian-bagian Komputer
  2. Membuat dan mengetik surat
  3. Membuat kolom/tabel jadwal mata pelajaran
  4. Menghitung
  5. Pengenalan Internet

Tabel 6. Program pembelajaran computer

PROGRAM KREATIVITAS ANAK DIDIK

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

Pertemuan

Kegiatan

I

Memasak masakan yang ringan yang diawasi penuh oleh Guru

II

Membuat kerajinan tangan

III

Memasarkan kerajinan-kerajinan tangan yang telah dibuat

IV

Melatih jiwa seni anak dengan berbagai macam kesenian (tarik suara, main musik, teaterical ataupun tarian)

Table 7. Program Kreativitas Anak Didik

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kelender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pengajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

A. Alokasi Waktu

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

B. Penetapan Kalender Pendidikan

1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

3. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur serempak untuk satuan-satuan pendidikan.

4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi dengan memerhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

5. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan ketentuan kurikulum.

6. Jumlah hari belajar efektif dalam 1 (satu) tahun pelajaran adalah 210 (dua ratussepuluh) hari, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

7. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas I–III (dengan model pembelajaran tematik) adalah 26–28 jam pelajaran, sedangkan untuk kelas IV–VI adalah 36 jam pelajaran.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalender pendidikan Bimbingan Belajar Dusun Binaan adalah seperti berikut.

ALOKASI WAKTU PADA KALENDER PENDIDIKAN

No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Minggu Efektif Belajar

15 minggu

Seharusnya ada 18 minggu efektif tapi karena 1 minggu terpotong ujian akhir sekolah dan terpotong liburan sekolah sehingga hanya ada 15 minggu efektif

2.

Libur Akhir Pelajaran

3 minggu

1 minggu Ujian Akhir Sekolah anak-anak dan 2 minggu liburan sekolah anak-anak

3.

Hari Libur Keagamaan

1 hari

Tanggal 13 Mei 2010 merupakan hari kenaikan Isa Almasih

4.

Kegiatan Khusus Bimbel

7 hari

Kegiatan di hari minggu disetiap minggu kedua yang diisi materi pengembangan diri dan minggu keempat disi dengan Ujian Bimbel

Tabel 8: Alokasi waktu pada kalender pendidikan

PERKIRAAN JUMLAH HARI EFEKTIF SEKOLAH,

KEGIATAN, PENYERAHAN RAPOR, DAN LIBUR SEKOLAH

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No

Semester

Bulan Efektif

Hari Kegiatan

Penyerahan Rapor

Hari Raya

II

1

Maret

9

2

April

11

2

3

Mei

11

1

1

4

Juni

9

1

Tabel 8: Perkiraan jumlah hari efektif sekolah, kegiatan, penyerahan rapor, dan libur sekolah

PERKIRAAN KALENDER AKADEMIK

Bimbingan Belajar Dusun Binaan

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No

Tanggal (2010)

Kegiatan

1

8,11,15,19,22,25,29 Maret

Pembelajaran

2

14 Maret

PKAD I

3

28 Maret

Ujian Bimbel

4

1 April

Pembagian Rapor

5

1,5,8,12,15,19,22,26,29 April

Pembelajaran

6

11 April

PKAD II

7

25 April

Ujian Bimbel

8

29 April

Pembagian Rapor

9

3,6,10,17,20,24,27,31 Mei

Pembelajaran

10

9 Mei

PKAD III

11

13 Mei

Libur Kenaikan Isa Almasih

12

23 Mei

Ujian

13

30 Mei

Komputer

14

27 Mei

Pembagian Rapor

15

3,7,10 Juni

Pembelajaran

16

13 Juni

PKAD IV

17

14 Juni

Ujian Akhir Bimbel

18

17 Juni

Pembagian Rapor dan Perpisahan

* Khusus untuk anak kelas VI

No

Tanggal

Kegiatan

1

18 Maret

Try Out

2

1,8,15,22,29 April

Try Out

3

5,12,19,26 April

Pembahasan Try Out

4

28 Maret

Try Out dan Pembahasan

5

25 April

Try Out dan Pembahasan

BAB V

PENUTUP

Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini, maka Bimbingan Belajar Dusun Binaan elah memiliki acuan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran 2007/2008. Dengan demikian, mulai tahun 2010/2011 ini, Bimbingan Belajar Dusun Binaan secara serempak akan melaksanakan KTSP untuk semua kelas.

Harapan kami, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang kami susun ini telah memenuhi syarat sehingga seluruh kegiatan yang kami rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Kami juga sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, khususnya para guru, karyawan, peserta didik, dan wali murid agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Semoga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas peserta didik secara lahiriah maupun batiniah.

Surakarta,     Maret 2010

Kepala Sekolah

Galih Mustoufa

K 2508009

WakaSek Kurikulum

Sylvia Octavianti

NIM K 3306011

Mengetahui,

Pembantu Dekan I

Prof. Dr. rer. Nat. Sadjidan, M.Si

NIP 19660415 199103 1 002

Presiden BEM FKIP UNS

Wachid Yahya

K 2507034

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2006. ”Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

–––. 2006. ”Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

–––. 2006. ”Permendiknas Nomor 24/2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Komptensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kalender Akademik Tahun Ajaran 2009/2010 SDN Bulukantil

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s