Perbedaan Antara Spekulan dan Investor

Dari dulu sampai sekrang, kebanyakan orang menyebut seorang pembeli dan penjual saham sebagai seorang investor, padahal sebenarnya orang tersebut adalah spekulan. Perbedaan keduanya antara lain :

  1. 1.     Tujuan dalam mendapatkan Capital Gain atau Dividen

Capital Gain merupakan kelebihan harga jual di atas harga beli saham, dan seorang spekulan membelanjakan atau menginvestasikan dananya untuk membeli saham PT. X karena ingin mendapatkan Capital Gain. Sedangkan seorang investor memiliki tujuan yang lebih spesifik, yakni menginvestasikan dananya dalam waktu yang cukup lama karena ingin mendapatkan dividen. Dividen adalah bagian laba yang dibagikan oleh emiten kepada masing-masing pemegang sahamnya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat contoh di bawah ini :

Paijo adalah seorang spekulan sedangkan suminem adalah investor. Paijo membeli 2000 lembar (4 lot) saham BUSV (nama saham yang diterbitkan oleh PT. Bank Umum Servitia) dengan harga Rp 1000,- per lembar. Paijo harus membayar sebesar Rp 2.006.000,- dari perhitungan 2000x Rp 1000 + 0.3 %  (fee beli yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan pialang). Keesokan harinya ternyata harga saham BUSV mengalami kenaikan menjadi RP 1100,- perlembar. Dengan demikian Paijo akan segera menjual sahamnya. Tentu saja Paijo akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 199.200,- dari perhitungan sebagai berikut : 2000 lembar x Rp 100 – 0.4% (fee jual). Keuntungan inilah yang disebut Capital Gain.

Sedangkan Suminem membeli saham INDF yakni nama saham dari PT. Indofood Sukses Makmur sebanyak 10.000 lembar (20 lot) dengan harga Rp 2.700,- perlembar. Berarti Suminem harus membayar sebanyak Rp 270.810.000,- dari perhitungan: 10.000 x Rp 2.700,- + 0.3 % kepada broker yang di tunjuk. Kemudian setelah 3 bulan menurut laporan hasil Rapat Umum Pemegang Saham. PT. Indofood akan membagikan dividen Rp 250.- perlembar. Maka keuntungan yang didapat Suminem sebesar Rp 2.125.000,- dari perhitungan : 10.000 x Rp 250 – 15 % (pajak). Ternyata Suminem tidak sia-sia memilih saham PT. Indofood karena besar dividennya lumayan. Selain itu saham 10.000 lembar masih menjadi miliknya dan dia inin menunggu pembagian dividen selanjutnya, seandainya propek saham tersebut bagus.

  1. 2.     Perbedaan Karakter Spekulan dan Investor

Seorang investor pastilah akan sangat teliti sebelum menginvestasikan dananya untuk membeli saham. Salahsatu pertimbangan yang dapat digunakan yakni dengan menganalisis laporan keuangna sebuah emiten (pihak perusahaan yang melakukan penawaran umum) bagaimana kira-kira prospeknya. Untuk pembagian laba atau dividen biasanya diputuskan dala Rapat Umum Pemegang Saham, dan proporsi pembagian dividen akan tergantung RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang tidak terlepas dari kondisi emiten.

Seorang Spekulan biasanya lebih rajin dalam mengikuti setiap berita dan rumor yang terjadi pada setiap emiten. Di samping itu seorang spekulan akan tekun dan rajin mengikuti naik-turunnya harga saham setiap saat, setiap hari. Melalui analisis banyaknya pembeli dan penjual. misalnya melalui layar monitor dari JSX-RTI yang merupakan pernagkat lunak sistem informasi untuk aplikas perdagangan saham dengan kemampuan pengolahan transaksi secara real time, dapat diketahui perubahan harga dan data transaksi yang terjadi yang bersumer dari Bursa Efek Saham Indonesia.

 

Refrence : Dwiyanti, V. 2010. Panduan Praktis Bermain Saham. Atma Media Press : Yogyakarta

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s