Hormon

Nama   : Sylvia Octavianti

NIM    : K 3306011

BIOKIMIA II

SOAL :

  1. Apa hubungan hormon adrenalin dengan glycolisa, Apa hubungan adrenalin dengan kerja jantung.
  2. Jelaskan apakah ketika hormon adrenalin berfungsi adakah faktor-faktor lain yang berperan.
  3. Bagaimana menambah produksi prolaktin. Faktor apa yang menghambat dan meningkatkan pembentukan prolaktin
  4. Hubungan  sakit diabetes  dengan penurunan berat badan dan morfologi alfa, beta, delta pulau langerhan
  5. Sumber bahan insulin eksogen, bilamana diperlukan.
  6. Diabetes type 1 kaitannya dengan sel  beta
  7. Beda asidosis dan ketosis, apa penyebabnya
  8. Androsteron pada proses penuaan
  9. Hormon Androsteron kapan berfungsinya dari kecil apa sudah dewasa

10.  Organ yang menghasilkan hormone androsterone

JAWAB :

1)      Hubungan Hormon Adrenalin dengan glycolisa

Glycolisa adalah  rangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi dua molekul piruvat. Pada proses ini juga dihasilkan ATP. Pada saat adrenalin bekerja memrlukan banyak ATP sehingga mempengaruhi proses glycolisa menjadi lebih cepat dan bekerja ekstra.

Hubungan Adrenalin dengan kerja jantung

Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung dapat dipasok.

Ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan sel-sel jantung. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga tambahan yang dibutuhkan otot.

2)      Faktor-faktor yang berperan ketika adrenalin berfungsi antara lain:

  1. Setiap kali terjadi stres mendadak (shock), adrenalin adalah sistem pertahanan tubuh yang pertama muncul.
  2. Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi keadaan darurat. Molekul-molekul adrenalin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh

3)      Beberapa cara untuk menambah produksi Prolaktin :

  1. Santaplah makanan bergizi dalam porsi cukup
  2. Sebaiknya banyak mengonsumsi daging. Daging adalah makanan yang Mengandung kalori dan protein sangat tinggi.
  3. Usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya, ditambah dengan segelas susu hangat.
  4. Sebelum tidur, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.Faktor penghambat pembentukan prolaktin :
  5. Kerusakan hipotalamus atau hipofisis
  6. Penyusuan tidak kontinyu menghambat produksi prolaktin dalam beberapa hari
  7. Keadaan bingung/ pikiran kacau, takut dan cemas

Faktor peningkat pembentukan prolaktin :

  1. Bagi Ibu yang menyusui bayinya isyarat syaraf dari putting susu ke hipotalamus menyebabkan gelora sekresi prolaktin hampir sepuluh kali lipat yang berlangsung sekitar satu jam
  2. Kekontinyuan Penyusuan terhadap bayinya memproduksi prolaktin secara kontinyu selama beberapa tahun
  3. Penyakit pituitari dan cerebra
  4. Stress (termasuk psychogenik)
  5. Obat-obatan yang menghambat dopamine
  6. Kehamilan
  7. Melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi, memikirkan untuk menyusui bayi

4)      Hubungan sakit diabetes  dengan penurunan berat badan

Salah satu efek samping dari penggunaan obat diabetes adalah retensi cairan dan masalah perut (mual-mual, diare, gas kram) (yang memungkinkan pernurunan berat badan karena adanya masalah perut yang dapat membuat penderita diabetes jadi malas makan dan selalu mengeluarkan apa yang telah dia makan, selain itu karena adanya retensi cairan dapat membuat jumlah cairan didalam tubuh berkurang yang mengurangi berat badan juga karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan dan hal ini sangat di dukung dengan adanya diare.

Morfologi alfa, beta, delta pulau langerhan

Sel alfa Langerhans : Sejenis sel di kelenjar pankreas yang mensekresi hormon glukagon. Tubuh akan memberikan signal kepada sel-sel alfa untuk membuat dan mensekresi glukagon jika kadar glukosa darah terlalu rendah di bawah normal.

Sel beta Langerhans : Sejenis sel di kelenjar pankreas yang mensekresi hormon insulin. Tubuh akan memberikan signal kepada sel-sel beta untuk membuat dan mensekresi insulin jika kadar glukosa darah meningkat melampaui normal.

Sel Delta Langerhans : Sejenis sel di kelenjar pankreas yang mensekresi somatostatin. Polipeptida dengan 14 asam aminodengan waktu paruh yang pendek yaitu sekitar 3 menit pada darah

5)      Sumber Insulin eksogen

Insulin eksogen berasal dari insulin buatan manusia dan insulin yang diambil dari tubuh binatang seperti sapi. Insulin buatan dibuat sedemikian rupa agar cocok dengan insulin manusia, tetapi ada kelemahannya yaitu dalam jangka waktu tertentu insulin ini bisa menyebaban efek samping. Sedangkan insulin yang berasal ari tubuh hewan sapi bersifat aman dan cocok pada manusia.

6)      Diabetes type 1 kaitannya dengan sel  beta

Selama ini, penderita diabetes tipe 1 dihantui kenyataan bahwa dia akan tergantung dengan terapi insulin selama sisa hidupnya. Sebab pada diabetes tipe ini terjadi kerusakan sel-sel beta pankreas sebagai tempat diproduksinya insulin. Karena kerusakan tersebut, hormon insulin tidak diproduksi lagi. Bahkan penderita yang sudah melakukan transplantasi sel-sel beta pankreas penghasil insulin inipun masih dicemaskan bahwa mereka kemungkinan akan kembali kepada insulin. Sebab dalam diabetes tipe 1, serangan sistem kekebalan pada sel beta muncul terus menerus. Sistem kekebalannya ini kemudian juga menghancurkan sel beta yang ditransplantasikan. Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada usia yang lebih muda, umumnya di bawah 40 tahun. Untuk bertahan hidup, penderita diabetes tipe 1 perlu mendapat suntikan insulin secara teratur sepanjang hidupnya.

7)      Asidosis

Adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Terjadinya asidosis merupakan petunjuk penting dari adanya masalah metabolisme yang serius. Asidosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab utamanya. Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat. Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama:

  1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik.
  2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu di antaranya adalah diabetes melitus tipe I. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula.
  3. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Bahkan jumlah asam yang normal pun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA), yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam.

Penyebab utama dari asidois metabolik:

  • Gagal ginjal
  • Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal)
  • Ketoasidosis diabetikum
  • Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)
  • Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid atau amonium klorida
  • Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare, ileostomi atau kolostomi.

Ketosis

Ketosis adalah masalah kekurangan glukosa (atau  gula) dalam darah dan jaringan tubuh. Penyebabnya bias terjadi pada masa hamil tua, glukosa digunakan untuk fungsi ideal tubuh dan perkembangan pedet. Saat masa laktasi, glukosa berperan dalam pembentukan lactose (gula susu) dan lemak susu. Penggunaan glukosa yang tinggi akan menyebabkan kondisi gula dalam darah akan menurun. Lima puluh gram glukosa diperlukan untuk pembentukan setiap liter susu dengan 4,8% laktosa dan 30 gram untuk setiap liter susu dengan 4% kandungan lemak.

8)      Androsteron pada proses penuaan

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa proses penuaan bisa dihentikan. Penuaan adalah proses alami yang terjadi pada semua orang. Tidak ada satupun yang bisa menghentikan penuaan, tetapi bisa menunda waktunya dengan pola hidup sehat yang bisa meningkatkan kualitas hidup. Seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (18/12/2009) secara biologis, proses penuaan juga dipengaruhi oleh faktor hormon. Dan kadar beberapa hormon ini dengan sendirinya akan menurun sejalan dengan bertambahnya usia seseorang. Tubuh seseorang akan mengubah hormon DHEA (dehydro-epi-androsterone) menjadi estrogen dan testosteron. Hormon ini bisa membantu memperlambat proses penuaan, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, membakar lemak, memperkuat sistem kekebalan tubuh serta melindungi dari berbagai penyakit kronis.

9)      Hormon Androsteron berfungsinya ketika

Hormon Androsteron di produksi mulai dari saat kecil. Tetapi mulai berfungsi ketika seorang anak tersebut sudah memasuki pubertas. Andresteron memacu pubertas seorang anak dan mulai digunakan dari masa itu hingga tua. Tetapi pada saat tua produksinya mulai berkurang, yangmna pada wanitapengurangannya ketika Menopouse dan pada lelaki pada saat Endropouse.

10)  Organ Penghasil Androsteron

Penghasil Androsteron merupakan termasuk kelenjar endokrin yang terbagi menjadi beberapa tempat. Tetapi yang mengatur Androsteron pada wanita berada pada ovarium yang mengeluarkan estrogen dan progesterone. Sedangkan pada pria yaitu organ testis yang mengeluarkan testosterone. Andresteron ini memacu perkembangn organ kelamin primer dan sekunder pada pria dan wanita.

DAFTAR PUSTAKA

Hall dan Guyton.1996.  Textbook of Medical Phsycology, 9/E. Phyladelphia, Pennsylvania: Saunders Company

Harun Yahya. 2007. Keajaiban Hormon. www.harunyahya.com (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://radenbeletz.com/gagal-jantung.html (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://persagintb.wordpress.com/2009/09/03/tetap-puasa-meski-sedang-menyusui/ (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://botefilia.com/index.php/archives/2009/01/10/asi-laktasi/ (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://www.lusa.web.id/fisiologi-laktasi/ (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://clubsehat.com/index2.php (diakses tanggal 15 Juni 2010)

http://san-chia.blogspot.com/2010/01/kamus-diabetes.html (diakses tanggal 16 Juni 2010)

http://majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=1683 (diakses tanggal 16 Juni 2010)

http://sites.google.com/site/asidosis/Home/keseimbangan-asam-basa (diakses tanggal 16 Juni 2010)

http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/acetonaemia-ketosis-pada-ternak-laktasi/ (diakses tanggal 16 Juni 2010)

http://carahidup.um.ac.id/2010/02/benarkah-proses-penuaan-kulit-bisa-diperlambat/ (diakses tanggal 16 Juni 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s