Pembuatan Garam Meja

I.                   TUJUAN

 

1. Dapat membuat garam meja.

2. Mengetahui fungsi dari masing-masing bahan pembuatan garam meja.

 

II.                DASAR TEORI

 

Garam merupakan salah satu kebutuhan yang merupakan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia.Walaupun Indonesia termasuk Negara kepulauan, namun usaha meningkatkan produksi garam belum diminati, termasuk dalam usaha meningkatkan kualitasnya. Di lain pihak untuk kebutuhan garam dengan kualitas baik (kandungan kalsium dan magnesium kurang) banyak diimpor dari luar negeri, terutama dalam hal ini garam beryodium serta garam industri.

Mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi tubuh kita. Orang yang mengkonsumsi garam berlebih bagi dirinya akan merongrong ginjal untuk bekerja lebih keras membuang kelebihan natrium (sodium) dari garam yang ditelan setiap hari di tubuh kita. Untuk lebih jauhnya, sebaiknya kita harus mengenal lebih dalam apa dan bagaimana garam dapur yang biasa kita konsumsi.

Dalam garam dapur terkandung sodium dan chlor (NaCl). Unsur sodium ini penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, selain bertugas dalam transmisi saraf dan kerja otot. Kita boleh tidak makan garam, asal ada sodium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan sodium dan itu sudah mencukupi kebutuhan tubuh.

Namun, oleh karena sodium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan chlor, tak memberi cita rasa asin pada lidah kita. Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak bermakna tubuh tak memperoleh kecukupan sodium.

Walau tidak terasa asin, daging sapi, sarden, keju, roti jagung, dan keripik kentang kaya sodium. Demikian pula kebanyakan menu harian orang Eskimo, Dayak dan Indian yang tidak asin namun tubuh tidak akan kekurangan sodium.

Jadi sebetulnya lidah kitalah yang sudah dirusak oleh budaya makan asin, sehingga cenderung salah memilih menu yang sesuai dengan yang tubuh butuhkan. Dan rasa asin memang meningkatkan cita rasa menu alami. Garam di meja makan kita bukti tradisi bahwa tuntutan lidah orang modern cenderung merasa menunya kurang asin. Tubuh membutuhkan kurang dari tujuh gram garam dapur sehari atau setara dengan 3.000 mg sodium.

Kebanyakan menu harian kita memberi berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu. Selain meninggikan tekanan darah, kerja ginjal jadi jauh lebih berat untuk membuangnya. Jika sangat berlebihan bikin pikiran kacau dan jatuh koma. Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg sodium. Sodium yang terkandung dalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetap mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan sodium tidak sampai muncul.

Jenis makanan yang banyak mengandung sodium, antara lain, soda kue, bubuksoda sebagal pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber sodium tinggi ini. Jenis makanan yang rendah sodium, antara lain, buah dan sayur-mayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak.

Di kawasan Uni Eropa sekarang ini ada ketentuan labelisasi produk untuk beberapa jenis makanan yang tinggi sodium, agar konsumen tidak terjebak mengonsumsinya secara berlebihan. Di antaranya, aneka jenis saus, ikan yang sudah diproses, roti, sup, bumbu bergaram (MSG), dan sekarang termasuk juga semua jenis makanan bayi (dulu garam dapur bukan tergolong bahan tambahan dalam makanan atau food additive).

Bukan Cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan sodium juga. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).

Selain itu, banyak gangguan yang meninggikan kadar sodium dalam darah (hypernatremia), seperti pada penyakit diabetes insipidus (kencing terus), gagal ginjal menahun, kelebihan zat kapur (hypercalcemia), atau kekurangan kalium (hypokalemia), termasuk jika tubuh kehilangan cairan seperti pada banyak berkeringat, diare, dan penyakit kurang minum (gangguan rasa haus). Dan tentu banyak makan garam, tanpa dibarengi kecukupan minum.

Namun, jika pantang garam kelewat ketat berbahaya juga. Kekurangan sodium dan chlor menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak sebab kekurangan sodium. Data yang bersumber dari KCM menyebutkan yang pantang sodium dibagi menjadi pantang ketat, pantang sedang dan pantang ringan. Pantang ketat cukup 500 gram sodium setara dengan 1,5 gram garam dapur, pantang sedang 800 gram (2 gram), dan pantang ringan 2.000 gram (5 gram).

 

III.             ALAT DAN BAHAN

No

Nama

Jumlah

A. ALAT

1. Wajan

2. Pengaduk Kayu

3. Kain Penyaring

4. Kompor Listrik

1 buah

1 buah

1 buah

1 buahB.BAHAN

1. Garam Dapur

2. Air

3. Natrium Karbonat

30 gram

Secukupnya

1 gram

 

IV.             CARA KERJA

  1. Melarutkan garam dapur dalam air sambil mengaduknya sampai semuanya larut. (Jika perlu dibantu dengan pemanasan).
  2. Setelah larut menyaringnya, menambah tapisan dengan Natrium Karbonat yang dilarutkan dalam sedikit air, sambil diaduk terus.
  3. Menyaring endapan yang terjadi.
  4. Menguapkan tapisan terakhir dalam wajan sampai airnya habis menguap, sehingga tinggal kristal – kristal garam selama proses pemanasan (penguapan) mengusahakan api tidak terlalu besar dan mengaduknya terus-menerus.
  5. Menumbuk kristal-kristal  garam yang telah bersih dan menyimpannya kedalam toples / kemasan.

V.                DATA PENGAMATAN

PERLAKUAN

DATA PENGAMATAN

1. Garam Dapur + Air

2. Saring, tapisan + Natrium Karbonat dalam air lalu diaduk

3. Endapan Disaring

4. Tapisan diuapkan sampai air habis hingga didapat kristal garam

Massa garam sebelum: 30 gramPutih keruh dan masih terlihat butiran-butiran hitam kotor.

Tapisan yang dihasilkan jernih kemudian ditambah Natrium Karbonat menjadi keruh keputihan dan Terdapat endapan putih.

Tapisannya jernih

Kristal garam lebihputih, bersih kering dan halus daipada sebelumnya

Massa garam sesudah : 15 gram

 

VI.             ANALISA DATA

Percobaan ini bertujuan untuk membentuk garam meja, fungsi dari garam meja tidak jauh dari garam dapur biasa, yang membedakan adalah teksturnya lebih lembut dan halus, sehinnga penggunaanya lebih praktis. Garam meja sering dapat kita temui di restaurant atau warung makan.

Proses pembuatan garam meja menggunakan bahan dasar garam dapur. Prinsip percobaanya adalah garam dapur yang kotor dibersihkan dari kotoran-kotoran dan dari zat penyebaba mudah membasah maupun rasa sedikit pahit. Proses pembuatannya adalah garam dapur dilarutkan dalam airsambil mengaduknya sampai semuanya larut. Setelah larut semua lalu disaring. Tapisannya ditambah Natrium Karbonat yang larut dalam air kemudian diaduk. Menyaring endapan yang terbentuk lalu diuapkan hingga airnya habis dan tertinggal kristal garam. Selama proses penguapan diusahakan api tidak terlalu  besar dan sambil diaduk. Menumbuk halus kristal-kristal garam yang telah kering dan menyimpannya dalam toples.

Pada hasil percobaan didapat garam meja yang lebih putih, halus, bersih dan kering. Dan didapat garam dengan massa ….. gram sehingga didapat rendemenya :

% Rendemen =  (massa sesudah : massa sebelum ) x 100 %

=  (15 : 30) x 100 %

=  50 %

Fungsi dari Natrium Karbonat disini adalah untuk mengikat zat-zat kotoran, penyebab mudah basah dan penimbul rasa sedikit pahit. Sedangkan funsi dari air adalah sebagai pelarut dan garam dapur sebagai bahan dasar pembuatan garam meja. Penggunaaan garam meja sangat praktis. Maka sekarang ini banyak digunakan selain di restaurant ataupun di warung-warung makan tapi juga dipakai oleh ibu rumah tangga. Karena fungsi garam selain untuk perasa asin pada makanan, juga berfungsi sebagai bahan pengawet.

VII.          KALKULASI HARGA

 

Biaya Produksi :

Garam Dapur Rp    600, 00
Natrium karbonat Rp    200, 00
Kemasan + Label Rp    200, 00
Air Rp    200, 00
Penyusutan Alat Rp    300,00
Jumlah Rp  1500, 00

Harga Jual                              Rp  3000, 00

% Laba      = (1500 : 3000) x 100 %

= 50 %

VIII.       KESIMPULAN

 

1.      Prinsip dasar pembuatan garam meja adalah garam dapur yang kotor dibersihkan dari kotoran-kotoran dan dari zat-zat penyebaba mudah basah maupun rasa sedikit pahit.

2.      Fungsi dari bahan-bahan yang digunakan adalah :

  • Garam Dapur        : Sebagai bahan dasar pembuatan garam meja.
  • Air                         : Sebagai Pelarut
    • Natrium Karbonat : Sebagai mengikat zat-zat kotoran, penyebab mudah basah dan penimbul rasa sedikit pahit.

3.      Kalkulasi harga

Biaya Produksi        : Rp 1500. 00

Harga Jual               :  Rp 3000. 00

% Laba                    :  50 %

DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2008. Aneka Penyakit Akibat Garam Dapur. http://kombes.com/signup.php [ 22 Mei 2009]

Ismail Basari. 1982. Kimia Organik. Bandung : Armico

Martini Sri Kus dkk. 2009. Petunjuk Praktikum Prakarya Kimia.  Surakarta : Lab Kimia P. MIPA FKIP UNS

Purbani Dini. Proses Pembentukan Kristalisasi Garam. Pusat Riset Wilayah Laut Dan Sumber Daya Non Hayati. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan : Departemen Kelautan Dan Perikanan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s