Solo Tanpa JOKOWI

Jokowi, siapa sich yang g kenal. Salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, sekarang Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo hingga 3 tahun kedepan. Bapak yang satu ini cukup fenomenal, saya termasuk salah satu orang yang kagum dengan beliau. Beliau pemimpin yang sangat ramah, dan benar-benar merakyat (menurut saya). Track Record beliau sebagai walikota Solo, sangatlah bagus. Bahkan saking kerennya beliau, para pemimpin laen (dari daerah laen) banyak yang iri dan memojokkan beliau.

Tapi saya sangat kecewa , ketika beliau memilih untuk ikut dalam pilkada DKI. Solo dan Jakarta sangatlah berbeda, walaupun dalam debat cagub Beliau selalu bilang kalau Solo dan Jakarta itu sama, bedanya hanya skala kecil dan besar. Hal ini membuat Mindset saya tentang beliau, berubah seketika. Jokowi terlihat Bodoh dengan anggapan seperti itu dan keputusan yang dia ambil untuk ikut dalam pilkada DKI ini. Bodohnya, apa beliau tidak berfikir hal ini akan merubah track record nya yang bagus sebagai pemimpin. Dan apa beliau tidak berfikir, warga solo dan Jakarta sangat-sangat lah berbeda. Taktik merakyat beliau di Solo kurang bisa jika di lakukan di Jakarta. Dan bagaimana Solo tanpa beliau (secara kepemimpinan beliau masih 3 tahun lagi, apa iya wakilnya bisa menjalankan visi misi beliau).

Pemikiran saya yang terakhir terbukti, tahun ini Solo benar-benar sangat Jelek, prestasinya sangat menurun di banding tahun kemarin. Kenapa saya bilang sangat jelek, antara lain sperti ini :

1. New7Wonder City

Prestasi Solo yang sangat bagus pertama adalah, Solo masuk nominasi pemilihan New7wonder City. Awalnya Solo berada pada ranking 8 (di saat pak Jokowi masih ada ne di solo), tapi semua ini akhirnya percuma, karena pada tanggal 4 mei 2012, terjadi kerusuhan antara dua ormas, yang menyebabkan Solo turun peringkat jadi 20 .

2. FFS (Festival Film Solo)

Tahun 2011 festival film solo (FFS) sangat meriah, itu pun diadakan di GKS (Gedung kesenian solo), spanduk, pamflet dimana-mana, promo online pendaftaran pun sangat lancar (contoh, ada di master transkip, detik, kompas). Tapi Mei tahun 2012 ini FFS diadakan di TBJT (Taman Budaya Jawa Tengah), dengan promo yang sangat minim (bisa anda cari sendiri di mbah google, yang ada hanya berita kelangsungan dan hasilnya jika dari web-web publik lainnya). Tidak banyak orang yang tahu, padahal TBJT itu dengan dengan kampus ISI dan UNS. Kemenangannya hanya ketuanya pandai menarsiskan diri ke media di solo. Bukan hanya itu peserta nominasiny pun ada yang menjurus ke hal negatif, contoh nominasi berjudul ritual.

3. SIEM (Solo International Etnic Music)

SIEM merupakan salah satu keunggulan solo lainnya  selain SIPA (Solo International Performing Art). Tapi tahun ini 2012 SIEM sangat berpolemik yang intinya hanya karena maslah tempat. Pemkot Solo tidak mengizinkan (awalnya rencananya akan di adakan di Mangkunegaran, lalu Balekambang tapi banyak di protes oleh berbagi pihak). Yang akhirny sekarang, malah SIEM ini berganti nama menjadi KKWMF (Kereta Kencana Word Music Festival) dan akan diadakan di Pabrik Gula COlomadu, Karanganyar. Sampai sekarang polemik ini tetap berjalan karena Pemkot Solo Kelabakan, hingga SIEM ini pun di undur jadwalnya yang rencananya tanggal 4-8 Juli nanti.

4. SBC (Solo Batik Carnival)

SBC sudah 4 tahun terlaksana,  semakin tahun semakin berkembang, baik dalam segi konsep dan hal yang ingin di pertunjukkan. Tapi sayangnya, di tahun kelima ini SBC terkomersialisasikan, yang awalnya ini murni tontonan rakyat, tanpa membedakan status ekonomi, semalam semua itu tinggal kenangan. Jika ingin melihat atraksi pertunjukan mereka, harga tiket mulai dari Rp 25.000-200.000, bertempat di Stadion Sriwedari. Banyak rakyat yang kecewa dan mempersalahkan hal ini, apalagi rute perjalanan mereka hanya dari stadion sriwedari sampai gedung pemkot solo, lebih sangat pendek dari rute tahun kemarin. Hal ini menyebabkan, antusiasme rakyat solo terhadap Festival SBC ini semakin menurun dibanding tahun kemarin. Kenapa tidak, tahun 2011 kemarin, sejak Siang, masyarakat Solo sudah pada siap-siap nongkrong di berbagai tempat di sepanjang jalan slamet riyadi, untuk menyaksikan SBC, berbeda dengan tahun sekarang, yangmana bahkan jam sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, tapi masih nampak sepi.

Ini baru 4 hal yang saya kemukakan, tapi kita lihat aja nanti, seperti apa SOlo jika tanpa JOKOWI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s