Love’Summer in London

“Kring … Kring …” Hari itu summer ketiga di bulan agustus, aku terbangun dengan suara telepon yang membuatku pusing.

“Oh come on, Its only eight o’clock” ucapku sambil mengerutkan wajah

“Allo, who is there ?” aku menjawab telepon yang sangat menjengkelakan itu

“Sylvia … lets wake up, the show begins soon …!!!” sambil berteriak Martin menjawab responku. Martin adalah sahabat plus rekan kerjaku di kantor. Aku seorang jurnalis Haute Muse, majalah fashion di London.

“Ow, what’s a show ?” Tanyaku masih rada bingung

“The Mark Fast Show, Eleven O’clock” dengan sebal Martin menjawabku

“OMG, okay, I’m ready to go now …, I’ll be there a half eleven, don’t worry !!!” langsung ku tutup telepon yang membuatku pusing itu, dengan bergegas aku bersiap-siap. Untung saja pakaian yang mau aku pakai nanti, sudah aku siapkan. Hari ini adalah hariku sebagai eksekutif jurnalis untuk menghadiri fashion show Mark di 30 St. Mary Theater.

Jam menunjukkan pukul 10 tepat, dan aku baru selesei semuanya. Highheels hitam rancangannya Manolo Blanic, Gaun pendek biru elegannya Freire, Saffiano hitam milik Prada, Gelang berliannya Hermes dan terakhir pada rambut panjangku dengan belahan samping dan sentuhan ikal di bagian bawah, sederhana tapi elegant, hmmm Love it. Setelah melihat penampilanku untuk ke sekian kaliny di cermin, aku lngsng mengambil kunci Audiku (panggilan sayangku ke mobilku) dan pergi.

Pukul 10.45, aku baru tiba di parkiran, dengan tergopoh-gopoh aku berlari dari Audiku ke lift.

“Braaaaaannnngggg” aku menabrak seseorang dan kami terjatuh

“Sorry …” ucapku sambil melihat ke arah orang yang ku tabrak dan WOW, so cute …

“Its Okay, are you fine …?” tanyanya kepadaku sambil mengulurkan tangannya membantuku berdiri

“hmm, yupppzzz …” ucapku rada terbata, baru kali ini aku nemuin cowok cute banget kayak ne orang, betapa indahnya hariku … . Senyum ku terhenti ketika aku melihat kamera yang ada di genggamannya. Kamera yang ikut terjatuh ketika ku tabrak.

“Your camera … ?” ucapku sambil merasa bersalah

“No problem, I’ve reserve …” ucapnya dengan lembut dan senyum yang sangat manis

“Well then, but sorry I first go there” ucapku sambil menunjuk ke lift

“okay …” ucapnya, lalu aku langsung melanjutkan lariku ke dalam lift

Acara shownya Mark, hampir di mulai ketika aku sampai di tempat dudukku, aku pun menyapa Martin yang ada di sebelahku, dan meminta maaf kepadanya. Di tengah berlangsungnya acara, tanpa sengaja aku menoleh ke arah cowok yang ku tabrak tadi, dan diapun pas melihat ke arahku, kamipun saling melontarkan senyum. Selama berlangsungnya acara, kami sering mencuri-curi pandang dan saling bertukar senyum. Hingga di akhir acara, dia menghampiriku dan mengajakku untuk keluar besok malamnya, dinner di Gordon Ramsay Restoran.

“Oooopppssss …” Tak ku sadari aku menumpahkan minumku ke bajuku, akupun membersihkannya dengan serbet yang ada di meja.

Ah …, aku melamunkan pertama kali bertemu dengannya lg. Welly, nama yg lucu ketika aku mendengarnya keluar dari bibir tipis merahnya. Seorang Photografer majalah fashion L official London. Dia di tugaskan untuk meliput Mark show, tugas yang membuat aku dan dia bertemu. Pertemuan pertama yang singkat dan berantakan, dan mungkin satu kata yang tepat untuk kami adalah ‘Pertemuan Pertama Begitu Menggoda’, setelah pertemuan itu kami sering bertemu lagi dan berkomunikasi. Aku sangat ingat, malam itu ketiga kalinya kami bertemu, dengan malu-malu di bawah Big Ben, dia menyatakan cintanya. Sangat tidak romantis, tapi sangat berkesan.

“There are many things in life that will catch your eye, but only a few will catch your heart” ucap dia sambil melihat kea rah Big Ben, lalu dengan lambat dia menghadap ke arahku

“Sylvia, I love You …” ucapnya dengan menatap mataku, kemudian dia mengecup keningku, satu hal kecil yang manis.

Awal-awal kami resmi berpacaran, kami sering sekali cek cok, hanya karena masalah kecil. Seperti saat itu ketika kami sama-sama ke acara summer fashion week London sebagai penonton. Hanya karena tidak matchingny seorang model dalam memakai pakaian dan aksesoris, kami berbeda pendapat dan akhirny diam-diaman hingga pulang. Di tengah jalan pulang, dia berhenti di sebuah mini market. Dia masuk ke dalam mini market dan aku hanya menungu di dalam Audiku (ketika itu mobil miliknya lagi bermasalah) dan tidak lama kemudian dia kembali ke dalam mobil.

“Sylvia …” ucapnya sambil memberikan sesuatu ke arahku dan menatapku
Hanya sebuah permen berbentuk strawberry, dengan sebuah kertas, sebuah kertas bertuliskan “Sorry”. Hal kecil, sangat kecil … tapi hal kecil ini lah yang membuatku sangat mencintainya.

Air mataku menetes tanpa ku sadari, tak kusangka kisah cintaku dengan dia begitu singkat, hanya sepanjang Summer. Malam itu, malam yang sangat dingin, malam yang menandakan Autumn akan segera tiba. Malam dimana dia berencana akan mengenalkanku ke orang tuanya. Malam yang sangat membuatku nervous, tapi malam itu aku sangat bahagia, sangat bahagia … karena dia benar-benar serius denganku dan benar-benar mencintaiku.

Takkan pernah ku lupa, malam itu di tengah kegalauanku menunggu Dia yang belum datang-datang juga padahal sudah lewat 5 jam dari waktu janjian, telepon apartementku berbunyi. Bergegasku mengangkatnya dengan senyuman dan sedikit kemarahan

“Allo …” ucapku dengan nada yang sedikit tinggi dan manja

“Miss Sylvia … ?” ucap yang ada di telepon

“Yes, me …” ucapku

Dan tiba-tiba duniaku serasa di tengah badai Winter, orang di telepon itu mengatakan jika Welly kecelakaan di Tower Bridge, ada pengemudi gila yang menyebabkan kekacauan lalulintas, dan menabrak mobil Welly, sehingga Welly bersama mobilnya masuk ke dalam sungai Thames, jasadny baru ditemukan 1 jam lalu, sekarang jasadnya ada di ruang otopsi Rumah Sakit Guy. Belum selesai orang itu bicara, aku langsung lari mengambil kunci audiku dan pergi ke rumah sakit itu.

Sesampai di sana, sudah ada keluargany di dalam ruangan. Ibunya dan ayahnya yang sedang berpelukkan, ibunya menangis sedangkan ayahnya hanya mentap sedih ke arah Welly. Dengan langkah perlahan, aku masuk dan mendekati jasad Welly. Sama sekali tak keliatan seperti orang yang sudah meninggal. Wajahnya tenang, dengan senyuman di bibirnya, seperti dia sedang tidur. Dengan menahan tagis aku cium bibirnya, biasanya dia akan terbangun dan langsung mencium keningku, lalu menarikku ke arahnya. Kucium sekali lagi bibirnya, tapi tetap dia tak bergeming, tangan tegap ayahnya, memegang pundakku dan memelukku. Dalam pelukkan ayahnya aku sama sekali tak menangis, hanya terasa sangat sakit sekali di dalam hatiku. Waktu serasa begitu cepat, di rumah sakit aku menemani keluarganya menunggu hasil otopsi, dan tak ada satu patah katapun yang keluar dari kami, hanya ibunya saja yang terus menangis. Setelah hasil otopsi keluar dan menyatakan jika ini murni kecelakaan yang disebabkan orang gila yang menabraknya, bukan karena dia mabuk atau lainnya, akupun pamit pulang.

Selama di perjalanan otakku serasa kosong, tanpa ku sadari aku sudah ada di pintu masuk kedalam apartemenku. aku masuk dan langsung ke kamar mandi, menyalakan shower, dan menangis di bawah aliran air shower.

Air mataku kembali menetes mengingat hal itu, akupun tersenyum simpul, sambil memandang Big Ben yang ada di depanku, di tempat dia menyatakan cintanya padaku.

“Miss Sylvia, the show will begin” ucap salah satu staffku

“Oh, sure” ucapku sambil berangkat dan berjalan ke arah Big Ben

Hari ini genap 1 tahun Welly meninggalkanku, dan hari ini juga untuk pertama kalinya aku sebagai manajer baru majalahku mengadakan acara yang berkerjasama dengan Gucci dan Prada di sepanjang jalan dekat Big Ben. Setelah kepergiannya, tanpa ku sadari aku menjadi workaholic, ya mungkin bagi sebagian orang aku adalah cewek bodoh, cewek bodoh yang terlalu mencintai orang yang telah tiada. Tapi dengan kebodohanku itu, aku bisa menjadi seperti aku sekarang.

Where There is Love, There is Life’ itulah tema acaraku hari ini, tema yang sengaja aku pilih, tema yang sesuai dengan keadaanku sekarang, ‘No love, No Life’.

2 thoughts on “Love’Summer in London

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s