Keterampilan Berpikir

Pendahuluan Berpikir pada umumnya diasumsikan sebagai proses kognitif, tindakan mental untuk memperoleh pengetahuan. Walaupun kognisi diartikan sebagai cara memperoleh sesuatu seperti persepsi, penalaran, dan intuisi, penekanan terkini tentang keterampilan berpikir menekankan penalaran sebagai fokus kognitif yang utama. Berikut ini beberapa definisi tentang berpikir:

  • Bagian aktivitas mental dari unsur mental (berpikir) berkaitan dengan persepsi dan manipulasi atau kombinasi mental tentang pikiran.
  • Manipulasi mental dari input sensori untuk merumuskan pikiran-pikiran, alasan, atau penilaian
  • Perluasan bukti untuk menjembatani suatu kesenjangan, dan ini dilakukan melalui perubahan tahap-tahap hubungan atau pernyataan pada suatu waktu.

Proses berpikir berkaitan dengan tingkah laku dan memerlukan keterlibatan aktif pemikirnya.Produk-produk berpikir seperti pikiran, pengetahuan, alasan, serta proses yang lebih tinggi seperti penilaian dapat juga dihasilkan. Kaitan-kaitan kompleks dikembangkan melalui berpikir ketika digunakan sebagai bukti dari waktu ke waktu. Kaitan-kaitan ini dapat dihubungkan pada struktur yang terorganisasi dan diekspresikan oleh pemikir dalam beragam cara. Jadi definisi ini menunjukkan bahwa berpikir merupakan suatu upaya kompleks dan reflektif dan juga pengalaman kreatif. Literatur baru tentang berpikir menyajikan daftar ganda tentang proses-proses kognitif yang dapat dipertimbangkan sebagai keterampilan berpikir. Beyer menekankan pentingnya mendefinisikan keterampilan secara akurat dan menyarankan untuk mereview kerja para peneliti seperti Bloom, Guilford, dan Feuerstein untuk menemukan definisi yang bermakna tentang berpikir. Beyer menyarankan agar tidak bingung membedakan proses-proses seperti inkuiri dan mengingat sederhana. Beyer konsisten dengan para peneliti sebelumnya tentang proses kognitif, untuk membedakan keterampilan berpikir tingkat rendah, dan keterampilan berpikir kompleks. Sebagai contoh, ada perbedaan besar antara mendapatkan contoh identik dari insekta tertentu dengan menemukan perbedaan dari insekta yang sama. Tugas yang pertama melibatkan proses dasar mengidentifikasi dan membandingkan. Sedangkan tugas satunya lagi memerlukan tahap yang kompleks, canggih, berulang dan berurutan dari pemecahan masalah. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan keterampilan berpikir dasar atau esensial? Nickerson mengemukakan bahwa tidak ada satu taksonomi. Para pendidik secara bijaksana menyarankan untuk menyeleksi kemampuan siswa yang diinginkan serta memadukan keterampilan-keterampilan khusus tersebut kedalam kurikulum dan program sekolahnya. Seperti kita ketahui kategori keterampilan berpikir yang disarankan Bloom dan Guilford sejak 45 tahun yang lalu adalah sebagai berikut. Tabel 1 Katerampilan Berpikir menurut Bloom dan Guilford

No Taksonomi Bloom Struktur Intelektual Guilford
1 Pengetahuan Unit
2 Pemahaman Kelas
3 Aplikasi Relasi
4 Analisis-Sintesis Sistem
5 Evaluasi Transformasi
6 Kreasi Implikasi

Dari kedua peneliti itu dapat dilihat beberapa dimensi urutan keterampilan berpikir. Tugas berpikir secara umum bergerak dari operasi sederhana menuju operasi yang lebih kompleks, dari dimensi konkrit menuju abstrak, dan dari penekanan bekerja dengan materi yang diketahui menuju kreasi atau penemuan sesuatu yang baru. Guilford tertarik pada operasi berpikir konvergen dan divergen, yang tujuan akhirnya adalah pemaparan yang teliti tentang hakekat intelegensi. 1. Proses Berpikir Dasar Dalam merencanakan pembelajaran, penting sekali mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa, metode menyampaikan informasi kepada mereka serta relevansinya dengan materi pelajaran. Sedikitnya ada lima kategori keterampilan berpikir yang dapat dipertimbangkan, hasil kerja Bloom dan Guilford, yang merupakan kerangka berpikir dasar.  Tabel 2. Suatu Model Keterampilan Berpikir Dasar Menurut Bloom dan Guilford

No Keterampilan Berpikir Dasar Proses-Proses Dasar
1 Sebab

  • memantapkan sebab dan akibat,
  • menguji
Prediksi,Inferensi, Pertimbangan, Evaluasi
2 Transformasi

  • mengaitkan karakteristik yang sudah dan belum diketahui, menciptakan makna-makna
Analogi,Metafor, Induksi logis
3 Relasi– mendeteksi operasi reguler Fakta dan pola,Analisis dan sintesis, Urutan dan pilihan, Deduksi logis
4 Klasifikasi

  • menentukan ciri umum
Persamaan dan perbedaan, pengelompokan dan pemilahan, perbandingan dan pemisahan
5 Kualifikasi

  • menemukan karakteristik unik
Unit identitas dasar,definisi, fakta-fakta, pengenalan masalah

2. Proses Berpikir Kompleks Kelima kategori berpikir dasar di atas merupakan keterampilan berpikir yang esensial. Proses yang kompleks melibatkan program keterampilan berpikir yng disebut strategi makro didasarkan pada keterampilan esensial tersebut tetapi digunakan untuk tujuan-tujuan khusus. Cohen membedakan proses-proses berdasarkan eksternal stimuli dan upaya untuk produktif seperti membuat penilaian atau pemecahan masalah, dari proses-proses yang bergantung pada persamaan stimulus eksternal dan internal dan pencarian kreatif. Cohen mengemukakan empat proses berpikir kompleks yaitu:

  1. Memecahkan Masalah (Problem Solving)

Memecahkan masalah melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menggunakan proses-proses berpikir dasar untuk memecahkan kesulitan tertentu, merakit fakta tentang informasi tambahan yang diperlukan, memprediksi atau menyarankan alternatif solusi dan menguji ketepatannya, mereduksi ke tingkat penjelasan yang lebih sederhana, mengeliminasi kesenjangan, memberi uji solusi ke arah nilai yang dapat digeneralisasi.

  1. Membuat Keputusan (Decision Making)

Membuat keputusan melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menggunakan proses-proses berpikir dasar untuk memilih respons terbaik diantara beberapa pilihan, merakit informasi yang diperlukan dalam satu topik area, membandingkan keuntungan dan kerugian dari berbagai pendekatan alternatif, menentukan informasi tambahan yang diperlukan, menilai respons yang paling efektif dan mampu mengujinya.

  1. Berpikir kritis (Critical Thinking)

Berpikir kritis bukan berarti menjadi kritis atau menjadi negatif. Berpikir kritis lebih tepat diartikan sebagai berpikir evaluatif. Hasil evaluasi dapat berentang mulai dari positif menuju negatif, penerimaan menuju penolakan, atau apapun diantaranya. Menurut Ennis & Beyer berpikir kritis dapat didefinisikan sebagai “memutuskan apa yang harus diyakini atau dilakukan secara masuk akal dan reflektif”. Jadi berpikir kritis artinya membuat pertimbangan yang masuk akal. Pada dasarnya berpikir kritis juga berarti menggunakan kriteria untuk mempertimbangkan kualitas sesuatu, dalam makalah ilmiah hal ini diperlukan untuk mengolah informasi menuju kesimpulan tertentu. Proses berpikir kritis meliputi penggunaan proses berpikir dasar untuk menganalisis argumen dan menghasilkan wawasan menuju makna dan interpretasi khusus, mengembangkan pola-pola penalaran kohesif, logis, memahami asumsi dan bias, menandai tanda-tanda khusus, memperoleh gaya penyajian yang kredibel, padat, dan meyakinkan.

  1. Berpikir Kreatif (Creative Thinking)

Berpikir Kreatif melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menggunakan proses-proses berpikir dasar untuk mengembangkan atau menciptakan ide atau produk yang baru, estetis, konstruktif, berhubungan dengan persepsi dan konsep, serta menekankan aspek berpikir intuitif serasional mungkin. Penekanannya adalah pada penggunaan informasi atau materi yang telah diketahui untuk menghasilkan kemungkinan dan mengelaborasi perspektif original pemikirnya. Proses-proses kompleks ini secara jelas menggambarkan dan mengelaborasi keterampilan-keterampilan esensial. Beberapa keterampilan esensial tertentu dapat lebih signifikan terhadap proses kompleks yang lain, namun penelitian terbaru tidak menjelaskan pemahaman diskrit tentang relasi ini. Yang paling penting adalah bahwa siswa  mengembangkan kompetensi keterampilan esensial pada awal tahun pertama sekolah dan kemudian ketika memasuki sekolah menengah pertama mulailah dikenalkan pada proses-proses berpikir yang lebih kompleks pada materi tertentu yang spesifik yang sangat dekat dengan penggunaan beberapa keterampilan. Saat para siswa berada di Sekolah Menengah Pertama awal merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau proses berpikir kompleks ini. Semakin dewasa maka terjadi pertumbuhan kemampuan kognitif yang menantang berpikir lebih kompleks. Beberapa proses berpikir kompleks memang lebih relevan dengan bidang studi tertentu daripada dengan bidang studi lainnya. Misalnya keterampilan berpikir memecahkan masalah tampak ideal untuk matematika atau sains. Membuat keputusan lebih relevan dengan bidang sosial dan kejuruan. Berpikir kritis lebih relevan dengan bahasa, seni, masalah demokrasi. Sedangkan berpikir kreatif dapat memperkaya semua bidang studi. Yang paling penting adalah bahwa tujuan dari proses berpikir kompleks itu harus saling menguatkan dalam belajar. Tabel berikut menyajikan suatu model proses berpikir kompleks. Kaitan satu proses berpikir dengan proses berpikir esensial lainnya digambarkan secara tentatif dan relatif terhadap keterampilan-keterampilan berpikir dasar seperti telah dikemukakan terdahulu. Tabel 3 Suatu Model Keterampilan Berpikir: Proses-Proses Kompleks

BerpikirTingkat Tinggi MemecahkanMasalah MembuatKeputusan Berpikir Kritis Berpikir Kreatif
Tugas Memecahkan kesulitan Memilih alternatif terbaik Memahami makna-makna spesifik Menciptakan ide atau produk baru
Keterampilan esensial yang ditekankan TransformasiSebab akibat Klasifikasi, kaitan Kaitan, transformasi, sebab akibat Kualifikasi, kaitan, transformasi
Hasil Solusi, generalisasi Respons Alasan, bukti, teori Makna baru, produk baru

 Daftar Pustaka Costa, A.L. 1985. Developing Minds. Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). Virginia. Cotton, K. 2001.Teaching Thinking Skills. Nrthwest Regional Educational Laboratory Rusbult, C. 2001. Critical Thinking in Educatinhttp://www.asa3.org/ASA/education/thintical.htm ———— 2006. Thinking Skills & Problem-Solving ethods in Education, http://www.asa3.org/ASA/education/think/methods.ht Paul, R. 2004, The State of Critical Thinking Today. http://www.criticalthinking.org/.   diambil dari modul ALIHE FKIP UNS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s