Hikayat ketonggeng di senja hari

Hikayat ketonggeng di senja hari

 

Dan senja terkadang menyimpan mitraliur kesunyian
Semua jasad dan batu tahu itu
Dan senja tidak menikam
Sebab mengerti dia bukan badik
Juga tidak menusuk
Sebab ibuku bilang senja bukan tombak
Tetapi terkadang awan merah muncul
Dan senja jadi tentang dongeng – dongeng
Tanpa ronggeng
Hanya tentang ketonggeng
Yang menyusup ke langit
Saat senja
Berharap jadi Ikarus
Tetapi ayah harus bilang ketonggeng mati
Jasadnya jatuh
Di batu – batu
Mungkin ingin jadi Adam
Tapi Ibu tertawa
Ketonggeng tidak punya Hawa
Dan ini jadi tentang jasad – jasad di atas batu
Di saat senja

(KH. 18. 08. 13)

https://www.facebook.com/notes/kotak-hitam/hikayat-ketonggeng-di-senja-hari/572234352822476

 

Air mataku menitik perlahan ketika selesai kubaca sebuah puisi tentang hikayat Ketonggeng disenja hari. Walaupun aku tak faham maksud dari puisi itu, tapi puisi ini mengingatkanku akan kisahku. Mungkin juga perasaan ini muncul karena sisi melankolisku sedang tersentuh dengan iringan musik Maksim-CroatianRhapsody yang kuputar. Ahh .. suasana ini sangat mendukung, langit senja yang terlihat berwarna orange marun dengan semilir angin yang membuat gorden tipis beranda kamarku tersibak. Senja yang sempurna, sangat sempurna untuk membuatku tenggelam dalam kisahku.

 

Pertama kali aku mengenalnya di sebuah organisasi kampus, dia seniorku. Kesan pertamaku padanya adalah “mahluk aneh”, kakak ini sangat aneh, saat kita ngobrol santai membicarakan tentang organisasi ataupun ngobrol ngarul ngidul antara junior senior, kakak ini begitu pendiam dan kaku. Anehnya ketika dia ngomong, aku tak begitu faham apa yang kakak ini bicarakan, serasa mendengar bahasa alien. Mungkin karena dari kosakata yang dia pilih ataupun gaya bicara yang dia pilih. Tapi yang lebih aneh lagi, semua senior-senior cowok suka mengikuti gaya bicara kakak ini. Satu hal yang membuatku tak habis fikir keanehan yang lebih aneh dari semua hal aneh itu, saat pengenalan struktur organisasi, kakak ini tetua di organisasi.

 

Tidak mau ambil pusing tentang itu, akupun memilih lebih bergaul pada yang lainnya dan melakukan tugas-tugasku di organisasi. Hingga suatu saat dalam ketermenunganku memikirkan  masalah-masalahku di kuliah dan banyak hal di teras gedung Ormas (organisasi mahasiswa), kakak aneh ini datang.

“ada apa denganmu ..” kakak aneh itu duduk disampingku sambil menyanyi

“aku baik baik saja ..” aku menjawab dengan bernyanyi juga tanpa menoleh

“jangan-jangan ada masalah yang lain ..” kakak itu mempelesetkan lirik lagu 3 Composer-Salah Sangka sambil tetap bernyanyi

“aku mulai tak suka ketika kau mulai sok tahu akan aku” jawabku dengan mempelesetkan lirik lagu Maudy Ayunda-Aku atau Temanmu

“disetiap langkahku ku kan slalu memikirkan dirimu ..” balas kakak itu membuatku menoleh melihat kakak itu yang sama sepertiku sebelumnya, hanya memandang lurus ke arah gedung yang ada di depan gedung kami. Akupun speechless mengalihkan pandanganku kembali, lalu kakak itu bernyanyi lagi “perahu kertas mengingatkanku, betapa ajaib hidup ini ..”.

”Semua masalah pasti berlalu jika diselesaikan, bukan hanya difikirkan” Ucap kakak itu sambil berlalu pergi

Sebuah obrolan yang sangat aneh menurutku, tapi obrolan ini membuat diriku menjadi lebih tenang dan lebih semangat. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu, mungkinkah karena aku sama anehnya dengan kakak itu, sehingga lirik-lirik lagu itu sangat berarti, hahaha. Mindsetku tentang kakak ini jadi sedikit berubah, pantes kakak ini menjadi trend center, pantes banyak orang yang suka bercurhat ria dengannya.

“Okay mungkin aku yang mesti merubah pola fikirku dan memandang lebih dekat” gumamku dalam hati.

 

Dari obrolan aneh kami waktu itu, aku mulai membuka diri bergaul dengan kakak itu. Perlahan aku mulai sedikit bisa masuk dengan gaya bicaranya. Mungkin kakak ini emang dianugerahi aura dukun didalam dirinya, perasaan ada aja dari dirinya yang membuatku sureprise, hahaha. Hari ini organisasi kami melakukan seminar lokakarya tentang sebuah topik klasik tentang pendidikan di Indonesia. Kakak itu terlihat sangat amazing dimataku, pantas saja jika dia jadi tetua organisasi. Pemikirannya cerdas dan sangat terdepan memberikan sebuah solusi yang solutif. Tapi yang paling membuatku terpesona hari itu adalah saat kami panitia beres-beres selesai acara. Di auditorium itu ada sebuah piano yang biasa dipakai oleh anak-anak musik kampus, berhubung nanti malam mereka akan mengadakan sebuah pensi pengumpulan dana untuk menambah dana lomba mereka ke luar negeri, maka piano tersebut telah diletakkan di sana sejak dini untuk mereka. Kampus kami memang memiliki banyak kegiatan mahasiswa yang tidak pernah habis, bahkan pernah dalam satu hari sebuah tempat (seperti auditorium ini) diisi 3 acara secara bergilir.

 

Kami para panitia duduk-duduk kecapekan selesai beres-beres sambil memakan snack yang disediakan khusus untuk panitia, tiba-tiba terdengar suara dentingan piano. Aku kenal lagu itu, lagunya Glen Fredly-Malaikat juga tahu. Tanpa sadar kakiku melangkah mendekati suara itu berasal dan aku berdiri disamping depan suara itu berasal. Kakak aneh itu sedang memainkan jari jemarinya di tuts tuts piano yang terlihat sangat cantik. Lalu kakak itu menatapku dan tersenyum padaku. OMG, seketika dinding hatiku rasanya rontok semua, okay mungkin emang ini lebay, tapi kalian tahu dong ya .., saat seseorang yang tidak pernah kita lihat tersenyum selain senyum formal yang sangat jarang, kemudian senyum polos tulus yang begitu devil rasanya gimana. Sejak peristiwa itu, entah kenapa ost.nya full house yang I Think I Love You sering terlintas di kepalaku.

=====================================================================

 

Kubaca lagi puisi hikayat Ketonggeng disenja hari

………..

Dan senja jadi tentang dongeng – dongeng
Tanpa ronggeng
Hanya tentang ketonggeng
Yang menyusup ke langit

Saat senja

…………

Ketonggeng hewan beruas mirip kalajengking yang tidak berbisa dan tidak menggigit, hanya mencapit dengan capitnya yang sangat keras dan kuat. Ketika terancam Ketonggeng mengeluarkan bau seperti cuka. Sama halnya dengan rasa yang kurasakan untuk kakak itu, tidak berbisa, tidak menggigit, tetapi memiliki aroma yang sangat kentara. Semua orang bisa melihat perubahan sikapku padanya dan rasa ini mencapit hatiku begitu kuat membuat diriku terlena tanpa daya. “Yang menyusup ke langit saat senja” sebuah kalimat yang membuatku marah, kenapa harus disaat senja. Senja itu tidak menikam ataupun menusuk, tapi kadang awan merah muncul menodainya. Awan merah yang membuat senja seperti hamparan permadani berdarah.

 

Tidak ada kisah yang sempurna tanpa hambatan, tidak ada cinta yang sempurna tanpa ujian. Kupandangi gerak alur gorden tipisku yang tertiup angin, kilas balik awal permasalahan itu muncul. Hari itu aku begitu lelah, aku menghidupkan motor kesayanganku dengan sedikit malas, karena perlu perjuangan keras agar bisa keluar dari tempat parkir yang berubah dengan sendirinya dan berantakan.

“Ini orang-orang yang markir otaknya pada kemana sih, dah tahu penuh, pake dikunci stang segala, yang rapi kenapa -_-“ fikirku kesal

Kuakui konsentrasiku pecah kemana-mana saat mengendarai motorku, memikirkan banyak tugas dan materi kuliah yang belum aku fahami. Yang kuingat saat itu hanyalah aku sudah sampai didepan gerbang kampus.

 

“Ayo makan sayang ..” ucap mamaku sambil menyuapkan sesendok nasi

Aku bingung kenapa mamaku ada disini, lalu kulihat sekeliling, kenapa aku ada di rumah sakit. Aku mencoba mengingat sesuatu, kenapa aku bisa seperti ini. Tidak ada yang kuingat sama sekali. Akupun memakan suapan nasi mama.

“G enak ..” ucapku sambil terpaksa menelan suapan mama “Ma kok aku ada di sini” “aku kenapa ?”  Pertanyaanku dijawab mama dengan tangisan dan senyumnya

Lalu papapun muncul masuk ke dalam kamarku. Akupun diceritakan tentang apa yang telah terjadi padaku.

 

Ternyata hari itu aku kecelakaan tabrakan dengan mobil yang melaju kencang, ajaibnya aku masih bisa hidup, hanya pecah kepala pendarahan luar dan engsel telapak kaki kiriku lepas. Aku tak bisa mengingat kejadian kecelakaan itu. Mamapun cerita kalo aku sempat masuk ruang UGD pakai banyak monitor gitu dan selama satu bulan setelah operasi kepala dan kaki, aku seperti orang gila, suka ngomong sendiri dalam berbagai bahasa dan tidak bisa mengingat siapapun. Bahkan tidak bisa mengingat mama dan papa. Selama satu bulan itu, banyak teman-temanku yang datang untuk menangisi keadaanku. Kakak itupun sering datang dan membacakanku Al-Qur’an yang membuatku tenang. Hari ini kakak itupun datang dengan membawakanku sate kambing karena dikabari mama aku gak mau makan makanan rumah sakit. Aku gak ngerti, darimana kakak itu tahu kalo aku sangat suka sate kambing. Hal itu membuatku sangat senang dan mulai berprasangka kalo kakak itu mempunyai perasaan yang sama untukku.

 

Setelah beberapa bulan dari kecelakaan, akupun mulai masuk kuliah dengan memakai tongkat ajaib (sebutanku untuk krek yang kupakai xD). Termasuk sebuah keajaiban lagi, karena dalam waktu 6 bulan, aku sudah bisa jalan hanya dengan menggunakan 1 tongkat. Walaupun satu hal yang kusesalkan, karena tidak ada yang mengurus surat cutiku dari kuliah. Satu semester terbuang percuma. Aku kecelakaan sebelum masuk belajar semester ganjil dan aku masuk kuliah hampir akhir semester ganjil hanya untuk ikut ujian praktikum. mengulang teori kuliah adalah hal yang gampang bagiku, tapi mengulang praktikum adalah hal yang sangat susah untuk kujalani. Jadi dengan susah payah, aku mengejar ketinggalanku diteori-teori praktikum dan membuat laporan praktikum dari awal semester sampai akhir semester dengan mencotek laporan teman satu kelompokku. Sebuah kebijakan dari dosen yang memaklumi keadaanku dengan memperbolehkanku mencotek laporan temanku. Jangan pernah kalian berfikir, ah gampang tinggal copas, laporan praktikumku ditulis memakai tangan, jadi kalian bisa bayangkan betapa keritingnya tanganku membuat laporan beberapa praktikum dari awal sampai akhir semester dalam waktu 1 bulan. Untuk pertamakalinya dalam sejarah kuliahku, aku ngepek T_T saat ujian praktikum berlangsung. Saat belajar, tidak ada hafalan yang bisa masuk kedalam otakku, padahal sudah ku ulang berkali-kali, tapi aku tetap pada satu halaman yang sama. Keadaan yang membuatku menangis dan menggalau ria tidak bisa tidur. Selama 5 hari ujian aku tidak tidur sama sekali. Keadaan yang membuatku bisa melupakan kakak itu.

 

Semester genap dimulai, aku sudah bisa melepas krek ku. Tak ada yang berubah dari penampilan fisikku, sehingga membuat orang-orang tidak percaya kalo aku dulu pernah kecelakan parah. Karena IPK ku selalu bagus, memiliki prestasi bagus dan aku dekat dengan pembimbing akademikku, jadi aku diperbolehkan mengambil kuliah sepaket penuh (21 sks) untuk angkatanku dan boleh mengambil mata kuliah semester ganjilku yang di adik tingkat ada disemester genap. Jadi semester itu aku mengambil kuliah 26 sks yang untungnya tidak ada jadwal yang tabrakan, hahaha. Keadaan yang membuatku memutuskan melepas semua organisasi yang kuikuti. Tapi aku tidak bisa menolak godaan ketika ada pendaftaran magang kerja berhubungan dengan ICT di  kampus. Aku lulus tes dan untungnya kerjanya bebas, dalama artian tidak ada jam kantor, hanya saja kita mengerjakan proyek yang rapatnya malam dan terserah kita mau mengerjakannya dimana, yang penting proyek itu jadi dan selesai. Sebuah tantangan manajemen waktu, karena hal ini membuatku lupa akan keberadaan kakak aneh itu. Hingga ada pemberitahuan di facebook tentang hari ini ultah kakak aneh itu. Akupun menelepon kakak itu

“Happy Birthday kak ..” Ucapku sumringah

“Terimakasih yes” balasnya

“Kakak mau hadiah apa ?” tanyaku sambil mikir, mau kasih hadiah apa

“Terserah kamu saja”

“Hmm .. gimana kalo kakak aku buatin blog domain kampus qt” Tawarku, blog domain kampus adalah milik dosen-dosen, karena aku anak ICT kampus, maka itu bisa diatur xD

“Tapi saya tidak mengerti” jawab kakak itu dengan nada ragu

“Oh gampang kok kak, nanti kakak aku ajarin cara ngupload-nguploadnya dan setting-settingnya yang lain” jawabku panjang

“Baiklah, kira-kira kapan itu jadi”

“Besok juga dah jadi kak, tinggal kakak tentuin aja mau kapan latihannya”

“Besok gimana”

“Hmm .. klo besoknya habis maghrib gimana kak, masalahnya kuliahku full”

“Okok”

“Ok, aku tunggu diruangan praktik computer ICT ya kak”

“Ok yes”

 

Esok harinya aku kuliah dengan penuh semangat, otakku tidak bisa berhenti memikirkan nanti sore aku bisa berdua ma kakak itu di ruang ICT :3 . Pada kenyataannya tidak berdua, karena ruang ICT banyak orang, biasa goa , jadi penuhnya pas habis maghrib ma kalong-kalong. Walaupun antara ruang praktik umum computer dan ruang staff ICT memiliki sekat tapi sekatnya berupa cermin tembus pandang satu sisi yang digunakan para staff untuk mengintip (lebih tepat menonton -.- ) kegiatanku dan kakak aneh itu.

“Hmm gitu, makasih ya syl .. ”

“Sama-sama kak, gampangkan ? ”

“Iya, btw kakak mau ngomong ma kamu tentang sesuatu”

“eh .. pake surat aja kak ._.” aku juga tidak mengerti kenapa aku bilang pake surat, mungkin karena aku ingin merasakan mendapatkan surat cinta itu gimana rasanya

“okok, nanti kalo sudah jadi, kakakhubungi kamu”

“iya kak ._.”

 

Mulai saat itu, aku dan kakak itu surat-suratan, membuatku ingat akan sebuah lagu

Surat cintaku yang pertama

Membikin hatiku berlomba

Seperti melodi yang indah

Kata-kata cintanya

Jika dibilang kami pacaran, kami tidak pacaran, jika dibilang kami teman, kami juga bukan teman. Kami tidak pernah mojok berdua, hanya bertemu saat memberikan surat. Tapi pertemuan itu sangat membuat hati deg-degan gak karuan. Apalagi saat membaca surat-suratnya. Semester itu kulalui dengan indah, tapi untuk bidang akademis prestasiku merosot. Tidak tahu kenapa, otakku susah banget untuk menghafal dan memahami pelajaran, walaupun ajaibnya aku masih bisa lulus semua mata kuliah.

 

Seperti biasa, setiap liburan semester aku pulang ke rumah. Aku sangat kaget, ternyata rumahku berubah. Tidak adalagi yang namanya keharmonisan dan kedamaian. Perekonomian keluarga kami bangkrut yang membuat papaku kerjaannya marah-marah terus. Lalu adikku baru diketahui kalo memiliki kelainan jantung, padahal selama ini tidak ada yang aneh dengan dirinya.. Untuk pertamakalinya aku melihat mamaku meneteskan airmata dalam tidurnya atau pura-pura tidurnya. Membuatku sangat tertekan, dari kecil aku dibesarkan dengan cinta dan tanpa kekurangan apapun. Mamaku adalah kutub penyeimbang yang paling positif dirumahku, jika sampai kutub itu mengeluarkan air mata dan tumbang, itu menandakan jika kutub itu sangat sekarat.

=====================================================================

 

…………..

Tetapi ayah harus bilang ketonggeng mati
Jasadnya jatuh
Di batu – batu
Mungkin ingin jadi Adam
Tapi Ibu tertawa
Ketonggeng tidak punya Hawa
………….

 

Disinilah diriku sekarang sedang memandang senja yang berselimut awan merah. Ketonggeng itu harus mati, cinta itu harus mati, cita-cita itu harus mati. Mungkin Ketonggeng itu ingin jadi Adam, tetapi Ketonggeng tidak punya Hawa . Mungkin cinta dan cita itu bisa terus dipertahankan, tetapi cinta dan cita itu tidak memiliki daya dihadapan takdir. Kuliahku tidak kuteruskan, cintaku ku kubur dalam-dalam. Sebagai anak tertua, aku memiliki beban yang lebih besar untuk keluargaku. Untungnya aku dianugerahi paras rupawan yang membuat lelaki tertarik padaku. Pernikahan itu sudah diatur, masa depan itu sudah disediakan.

 

Disinilah diriku sekarang yang sudah memiliki gelar sebagai nyonya, pengorbanan yang harus kulakukan demi cinta yang lebih hakiki.

…………….

Dan ini jadi tentang jasad – jasad di atas batu
Di saat senja

Aku hanya berharap jasadku ini bisa memiliki nyawa kembali. Aku hanya berharap “Witing tresno jalaran soko kulino” benar-benar akan terjadi padaku. Tapi harapanku yang paling besar adalah senjaku bisa berubah menjadi Fajar Rahmatullah seperti nama kakak aneh itu.

 

By. Sylvia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s