Perjalanan Ini

Catatan Perjalanan ke Palembang kali ini mencoba untuk megobati hati

 

Tawaran mama kali ini tidak kutolak, walaupun cuma libur 2 hari, kuputuskan untuk ikut, hitung-hitung pengen melihat ada acara apa maulid nabi di Palembang dan hellooo aku orang Sumsel, masa’ g tahu ma Palembang (menyadarkan diri sendiri, dari rumpun mana aku berasal xD), selain untuk refreshing hati dan otak.

Karena bawaan mabuk daratku yang aku sendiripun bingung kok gak hilang2, padahal dah sering banget naek mobil/bis, maka kami putuskan untuk naek kereta.

Seperti biasa, keretanya terlambat datang satu jam dari waktu yang seharusnya (Indonesia -,-a), tak disangka tak diduga ketemu rekan guru di stasiun walaupun beda gerbong, tapi waktu yang tidak sedikit itu memberikan kita kesempatan untuk diskusi tentang rapot anak.

Selepas kereta berjalan, akupun mulai mengamati orang-orang disekelilingku, ada beberapa orang yang menarik perhatianku karena duduknya tepat di barisan depan sampingku dan disampigku

Dibagian depan diisi oleh sekelompok keturunan tionghoa (Ibu, suami istri dan anak kecil) yang pembicaraannya terdengar, ya mereka membicarakan situasi politik Indonesia, sebelum mendiskusikan itu, masing-masing dari mereka membaca, istrinya membaca semacam novel luar negeri (bukan terjemahan), suaminya seperti membaca portal berita dari gadgetnya, ibunya tidur dan anaknya diberikan permainan dengan lagu-lagu anak kecil dalam bahasa mereka

Disamping kiri diisi oleh sekelompok ibu2 keturunan arab dengan satu diantaranya berhijab besar dan ada satu cowok cakep manis tinggi putih pake kacamata dengan senyum yg wow xD, mereka mendiskusikan tentang “Jodoh”, ya ibu2 itu menasihati cowok itu tentang bagaimana mencari calon istri yang baik .. yang menarik para ibu2 ini merasa sekarang susah banget mencari cewek yang tetap hormat dan menganggap ibu mertuanya adalah ibunya sendri yang biasanya sekrang suka mengekang suaminya untuk berinteraksi dengan ibunya, sebelum itu mereka membicarakan gosip-gosip gak penting dan tidur. Kecewanya saat kereta berhenti, tu cowok dah tahu tinggi, dah tahu ada bapak2 pendek yang susah menggapai tasnya di bagasi atas di sampingnya, tapi bahkan dia hanya senyum2 sok manis, cowok apaan itu g punya simpati, langsung runtuh kecakepannya di mataku :v

Disamping kananku ada seorang cowok yang penampilannya rada urakan, manis tapi dari awal kereta berangkat sampai kereta berhenti, dia cuma mendengarkan musik dengan headsetnya dan tidak berinteraksi sama sekali dengan kami, bahkan saat kami kesusahan menurunkan barang kami di bagasi atas, kamipun mesti minta tolong dengannya .. minus kepedulian apa ya anak muda skerang (oke aku sudah tidak muda :v)

Selain itu di belakangku ada seseorang yang dari awal berangkat sampai berenti mendengarkan rekaman cewek nyanyi (dia cowok, dugaanku itu adalah suara ceweknya), sempat terfikir ika ne kereta jadi kereta hantu, dia bakal jadi hantu yang suka nyanyi2 :v

 

~Skip~

 

Saat berkunjung ke Masjid Agung Palembang, pas masuk di gerbang ada beberapa kelompok bapak-bapak dan ibu-ibu yang maka di beda titik, nasi bungkus padang yang dugaanku mereka mendapatkannya secara gratis entah darimana, dan baiknya mereka juga ikut menawari dan menyapa kami yang lewat, ademnya .. yang menjadi pertanyaanku dan perhatianku dari dulu, kenapa ada orang wudhu di kamar mandi yang ada WCnya bukankah itu malah kyk najis gt, padahal sudah disediakan tempat untuk wudhu dan yang ada d sana muslim semua, bahkan ada beberapa cermin besar untuk membenari jilbab yang berantakan karena wudhu

Berjalan dan menelusuri masjid Agung dari lantai bawah sampai atas membuatku berfikir, aku sangat kecil dan sangat tidak tahu apa-apa, sedikit ngenesnya itu saat melihat kota Palembang dari jendela masjid lantai 3, sumatera selatan sebesar ini apakah tidak ada jodoh untukku T_T akhirnya bebragai pertanyaan klasik muncul di benakku

Oh ya tidak ada acara apapun ataupun promo apapun yang ada saat itu, jadi bikin kangen Solo, Di Solo dulu maulid nabi begitu meriah dengan berbagai bazar dan acara

 

~Skip~

 

Perjalanan pulang kali ini, kami kehabisan tiket, firasat sudah mengatakan dan aku ingin membuktikan teori jika mabukku itu bukan karena naek mobil/bisnya, tapi karena bau AC dan tekanan udaranya .. ternyata dugaanku benar, perjalanan tanpa mabuk darat itu sangat nikmat :v

Ada beberapa kejadian dan titik yang sempat kuamati juga, yaitu saat kami menuggu bis di depan stasiun, ada beberapa orang yang berperan menadi calo. Gak tahu sih nama tepatnya apa, tapi beberapa orang ini memberhentikan bis yang lewat dan mengambil uang ongkos dari kami, dengan 100% keuntungan. Sebenanya sudah diduga mereka akan seperti itu, tetapi karena sudah terlalu capek, ya sudahlah itung2 berbagi rejeki, walaupun akhirnya sakit juga karena bahkan ibu2 yang jualan disana mau berbohong padahal dari daerah yang sama dan rumah asalnya berdekatan dengan rumah mama waktu kecil dulu

Belum lagi saat nyampe di rumah, makan duren yang tu duren mentah di perem, suka mikir, kok mau2nya ya mereka mencari rejeki kayak gitu, dah susah di dunia, tambah susah di akhirat, hanya demi uang yg tidak seberapa

 

Selama perjalanan aku memperhatikan ternyata banyak hal-hal lucu yang ada di pinggir jalan, seperti spanduk seorang calon bupati 2018, mikir astaga ini baru tahun 2016, tapi sudah ada tu spaduk :v

Belum lagi ada sepenggal tanah dengan papan tanda yang sudah lumayan tertutup ma rerumputan bahwa tanah itu dijual, lucunya adalah tidak jauh dari papan itu ada tanda batas tanah milik pemerintah, cuma mikir, orang itu menual kaplingan tanah yang sebagian milik pemerintah, wow :v

Selain itu di dalam bis, supir bisnya gaul xD baru kali ini aku nemu supir kyk gt, lagu2 yang diputar lagu2 anak muda semua, biasanya kan klo g lagu jaman kapan, lagu dangdut yang diputer

Seperti biasa permasalahan cowok di bis pada umumya, rokok, mereka dengan entengnya ngebulin tu asep, pengen banget bilang minta kemurahan hatinya untuk tidak merokok, tapi wajahnya nyeremin, g mw cari masalah ah :’v

Belum lagi ada cowok2 muda yang masuk dengan parfum OMG menusuk banget, aneh deh ma orang yg suka make parfum sampe 2 meter aja keciuman, tu mau ngundang siapa

Tapi yang paling lucu, 2 cowok yang duduk di samping kami itu, dari awal perjalanan sampe aku turun, mereka cuma diem2an dan asyik dengan gadget mereka sendiri. Penampilan mereka cukup berbeda, seseorang memakai jam tangan dengan kemeja yang digulung, awalnya mikir penampilan yg nice, tapi semua berubah ketika meliat ada kalung perak di lehernya :’v Cowok satunya lagi lumayan cakep dengan wajah orang sini banget, putih tetapi memakai 2 gelang ditangannya dan kukunya panjang, sayang banget :v

 

Saat di perjalanan ada bekas orang tabrakan (Mobil kijang dengan Bis), kaca depan bis hancur semua dan bagian tas mobilnya benar-benar remuk, dari posisi bis dan mobilnya, sepertinya mobil itu baru pulang dari kalangan (pasar dadakan) dan jualan buah2an sedangkan bi situ dari arah yg berlawanan, kejadiannya di belokkan tajam, sepertinyamereka sama2 ngebut dan agak melenceng dari jalur yg seharusnya (gari tengah jalan), seklias membuat ingat dengan kejadian kecelakaanku dulu

 

Hebatnya selama peralanan ini aku makannya banyak banget, g tw kenapa ne perut laper terus bawaannya :v hati lumayan terobati, walaupun ketika sampe di rumah lagi, jadi merasa ngenes lagi -_- oh waktu sembuhkanlah …

One thought on “Perjalanan Ini

  1. Pingback: Perjalanan Ini | Kuliner Surakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s